PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah titik ruas jalan berlubang di kawasan Jalan Sungai Raya Dalam, pada Selasa (15/4). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas rencana penataan wilayah Serdam, yang dinilai rawan kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.
“Peninjauan ini saya lakukan untuk menindaklanjuti pernyataan sebelumnya bahwa kami akan melakukan penataan di kawasan Sungai Raya Dalam ini,” ujar Sujiwo di sela-sela peninjauan.
Menurut Sujiwo, hasil pantauan di lapangan menunjukkan adanya sekitar 18 lubang di sepanjang ruas jalan Sungai Raya Dalam yang cukup dalam dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Hingga saat ini, sudah ada beberapa kecelakaan tunggal akibat lubang-lubang ini. Oleh karena itu, saya minta kepada dinas teknis untuk segera mengerjakan perbaikan mulai sore ini. Soal sumber dana nanti, itu urusan belakangan, yang penting dikerjakan dulu. Saya tidak mau ada korban lain lagi,” tegasnya.
Selain perbaikan darurat, Sujiwo juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk rekonstruksi Jalan Sungai Raya Dalam. Proses lelang dijadwalkan mulai bulan Mei, dengan target pengerjaan dimulai pada Juni.
"Anggarannya sudah kita siapkan. Saya minta bulan depan sudah lelang, sehingga Juni nanti sudah bisa dikerjakan. Target saya, pengerjaannya bisa tembus sampai ke Korpri," ucapnya optimistis.
Bupati Sujiwo juga menyampaikan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, untuk mendapatkan tambahan anggaran dari pemerintah provinsi agar pengerjaan jalan dapat tuntas hingga ke wilayah Korpri.
“Selain itu, dari arah Korpri ke sana, kondisi jalannya sudah cukup baik. Hanya di pintu gerbang Punggur Kecil, yang juga sudah kita anggarkan sebesar Rp1 miliar, dan saya minta segera dilelang tahun ini,” tambahnya.
Tidak hanya soal jalan, Sujiwo juga menyinggung rencana penataan kawasan Sungai Raya Dalam yang akan mencakup pembangunan pedestrian dan jogging track di sepanjang bibir sungai, agar kawasan tersebut menjadi lebih tertata dan estetik. "InsyaAllah, bulan depan proses lelangnya juga harus sudah berjalan, dengan total anggaran Rp3 miliar secara bertahap," jelasnya.
Sujiwo menegaskan bahwa langkah-langkah ini bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengejar ketertinggalan pembangunan, khususnya di kawasan yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak.
“Kota Pontianak sudah cantik penataannya, jadi ini cerminan bagi kita di Kubu Raya untuk terus berbenah agar perbedaan tidak terlalu jomplang, meski tentu saja prosesnya bertahap,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sujiwo menyatakan bahwa kawasan Sungai Raya Dalam memiliki potensi ekonomi yang besar sebagai pusat kuliner. Oleh karena itu, ia ingin penataan wilayah berjalan selaras dengan pengembangan kawasan kuliner dan ruang terbuka hijau, agar dapat menarik minat masyarakat dan pengunjung.
“Bayangkan, kalau kawasan ini sudah tertata rapi dan menjadi pusat kuliner, lalu setiap pagi ratusan orang jogging di sini, itu bisa jadi pasar yang sangat potensial bagi pelaku UMKM,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif