Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

DP3AKB Kubu Raya Catat Lonjakan Kasus Kekerasan Anak: 85 Kasus Dilaporkan di 2024

Ashri Isnaini • Jumat, 9 Mei 2025 | 10:32 WIB
Dyah TWH
Dyah TWH

PONTIANAK POST - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kubu Raya mencatatkan lonjakan kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2024. Hingga saat ini, sebanyak 85 kasus telah dilaporkan di wilayah Kubu Raya. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sekitar 60 kasus. Menurut Kepala DP3AKB Kubu Raya, Dyah Tut Wuri Handayani, meskipun jumlah kasus meningkat, hal ini juga menandakan bertambahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan tindakan kekerasan terhadap anak.

Sementara itu, sepanjang tahun 2025 hingga bulan Mei, tercatat sebanyak 20 kasus kekerasan terhadap anak. Setiap laporan langsung ditindaklanjuti oleh DP3AKB dengan layanan pendampingan menyeluruh, mulai dari dukungan psikologis hingga pendampingan selama proses penyidikan. “Semua kasus kami tangani dengan melakukan pendampingan psikologis, mendampingi korban saat penyidikan, serta berbagai langkah lainnya yang diperlukan,” jelas Dyah, Kamis (8/5) di Sungai Raya.

Untuk memastikan pemulihan menyeluruh, DP3AKB juga melakukan trauma healing atau konseling lanjutan ke rumah korban setelah proses penyidikan selesai. Tujuannya adalah membantu korban pulih secara mental dan emosional. Selain itu, bagi korban yang masih bersekolah, DP3AKB turut menjamin keberlanjutan pendidikan mereka. "Jika korban masih berstatus pelajar, kami juga memediasi dengan pihak sekolah agar anak tersebut bisa kembali belajar tanpa gangguan," tambahnya.

Dalam upaya pencegahan, DP3AKB Kubu Raya menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas seperti Forum Anak Daerah, Forum Generasi Berencana, serta Forum Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat. Kolaborasi juga dilakukan bersama sejumlah organisasi perempuan. Ia juga menambahkan bahwa DP3AKB mendorong keterlibatan anak-anak sebagai peer educator dan peer counselor, serta sebagai pelopor dan pelapor dalam kasus kekerasan terhadap anak.

Pendekatan pendidikan sebaya ini dinilai lebih efektif karena anak-anak lebih nyaman berbagi cerita dengan teman sebayanya. "Alhamdulillah, kini banyak sekolah di Kubu Raya yang telah membentuk Satgas Pendidikan untuk menangani pencegahan perundungan. Ini merupakan langkah penting menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak," pungkas Dyah. (ash)

Editor : Hanif
#kekerasan anak #kekerasan #DP3AKB #lonjakan kasus #kubu raya