Pemkab Kubu Raya Targetkan Program MBG Bebas Keracunan dengan SOP Ketat

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tanpa insiden keracunan makanan. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kubu Raya, Sujiwo dalam rapat persiapan bersama jajaran terkait di ruang kerjanya, Senin (11/5).
Untuk memastikan target tersebut tercapai, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan menggelar pertemuan lintas sektor pada Selasa (12/5) dengan melibatkan seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
“Besok kita akan melibatkan semua pihak yang berkorelasi dengan bagaimana program strategis nasional, baik MBG dan lainnya, mendapatkan dampak positif. Salah satunya meminimalisir dampak negatif terhadap program MBG ini,” kata Sujiwo.
Sujiwo menilai, program MBG yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto sejatinya dapat berjalan aman jika seluruh pelaksana mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan persyaratan yang telah ditetapkan.
“Selama standar operasional dan pemenuhan persyaratan itu dipenuhi, maka sebenarnya tidak akan berdampak negatif sedikit pun. Yang jadi persoalan ini kan ada oknum-oknum,” ujarnya.
Orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya ini pun, meminta Satgas MBG Kubu Raya yang dipimpin Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan kepercayaan dalam pelaksanaan program tersebut, baik pengelola dapur, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), maupun pihak lainnya.
“Kita berharap ada sinyal positif dari Badan Gizi Nasional agar seluruh Satgas di Indonesia bisa mengambil langkah tegas,” ucapnya.
Sujiwo juga mengusulkan skema baru dalam rantai distribusi bahan baku MBG dengan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pihak yang langsung menandatangani kerja sama dengan dapur MBG dan SPPG.
Menurutnya, pola tersebut dapat memangkas rantai pasok yang terlalu panjang sehingga petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM lokal dapat terhubung langsung dengan pasar program MBG.
“Jadi nanti yang langsung tanda tangan kerja sama KDMP dengan dapur-dapur, dengan SPPG, ini KDMP. Di situ ada kelompok tani, ada UMKM, para petani, ini langsung menjadi anggotanya KDMP,” jelasnya.



