PONTIANAK POST – Tiga daerah di Kalimantan Barat, yakni Kubu Raya, Pontianak, dan Mempawah—yang disingkat Kuponwah—sepakat menjalin kerja sama strategis guna mengendalikan inflasi. Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Kamis (8/5).
Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, menjelaskan bahwa forum Kuponwah dibentuk sebagai platform koordinatif untuk pengendalian inflasi secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“Forum kerja sama yang disingkat Kuponwah ini bertujuan untuk pengendalian inflasi secara terintegrasi. Mulai dari hulu, yaitu aspek produksi, hingga hilir seperti pemasaran dan distribusi. Semua akan ditangani secara intensif melalui rencana aksi bersama,” ujar Yusran usai diskusi.
Dalam forum ini dibentuk empat Kelompok Kerja (Pokja) lintas daerah, yang akan menangani aspek teknis pengendalian inflasi dengan keterlibatan aktif perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota. Pokja tersebut meliputi, Pokja Data dan Informasi, Pokja Pengembangan dan Peningkatan Produksi, Pokja Pembinaan Kelembagaan dan Sumber Daya, dan Pokja Pemasaran dan Distribusi.
Keempat Pokja ini bertugas merumuskan langkah konkret untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan pokok, serta mendorong peningkatan investasi dan produksi daerah.
“Dengan forum tiga daerah ini, kita harapkan rencana aksi dari masing-masing Pokja dapat bermuara pada pengendalian inflasi, stabilitas harga, dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang wajar dan terjangkau,” tambah Yusran.
Pada kesempatan yang sama, Yusran menegaskan bahwa selain menjaga kestabilan harga, forum Kuponwah juga membuka peluang investasi yang dapat dilakukan baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Forum ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui kerja sama yang efektif antar tiga wilayah,” ujarnya.
Langkah kolaboratif ini mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia sebagai fasilitator forum, dan menjadi contoh sinergi antardaerah dalam mendukung ketahanan pangan serta kestabilan ekonomi regional. (ash)
Editor : Miftahul Khair