PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengimbau masyarakat, khususnya warga Kabupaten Kubu Raya, untuk tidak sembarangan memberikan informasi palsu kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar). Imbauan ini disampaikan menyusul insiden memprihatinkan baru-baru ini, di mana ratusan personel Damkar gabungan dikerahkan akibat informasi bohong atau hoaks soal kebakaran yang beredar di grup WhatsApp.
Jiwo menyebut tindakan iseng seperti itu sebagai perbuatan zalim, tidak beretika, dan sama sekali tidak membawa manfaat bagi siapa pun. Ia menyesalkan adanya warga yang sengaja menyebarkan informasi palsu yang memicu kepanikan dan pemborosan sumber daya. “Kedepannya, saya harap masyarakat jangan ‘ngeprank’ seperti itu. Itu zalim dan berdosa. Apa untungnya berbuat seperti itu?” tegas Jiwo baru-baru ini di Sungai Raya.
Menurutnya, masyarakat harus lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi, terlebih jika menyangkut situasi darurat seperti kebakaran, bencana, atau kejadian lainnya yang memerlukan respons cepat dari aparat. “Saya mohon kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Kubu Raya, agar lebih arif dan bijaksana. Kita ini harus punya otak yang cerdas. Petugas Damkar datang cepat ke lokasi karena rasa hormat dan tanggung jawab kemanusiaan mereka. Maka, jangan permainkan mereka,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya sikap saling menghargai terhadap para relawan pemadam kebakaran yang telah berjuang di garis depan tanpa pamrih. Banyak dari mereka yang bekerja secara sukarela tanpa gaji atau honor tetap, namun tetap setia menjalankan tugas demi keselamatan masyarakat. “Mereka berjibaku tanpa gaji, tanpa honor. Masa iya kalian tega mempermainkan mereka seperti itu? Kasihan mereka,” pungkasnya.
Diketahui, insiden ini bermula dari pesan berantai di grup WhatsApp yang menyebut adanya kebakaran hebat di wilayah tertentu. Informasi tersebut ternyata tidak valid dan tidak disertai data lokasi yang jelas. Akibatnya, ratusan petugas Damkar dari berbagai unit di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya berbondong-bondong turun ke lokasi, hanya untuk mendapati bahwa tidak ada kebakaran yang terjadi.
Kejadian tersebut tak hanya membuang tenaga dan waktu para petugas, tetapi juga berpotensi menghambat penanganan insiden kebakaran yang sebenarnya, jika terjadi di tempat lain pada waktu bersamaan. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap masyarakat dapat lebih bertanggung jawab dan mendukung upaya petugas di lapangan, terutama dalam hal penanggulangan kebakaran dan bencana lainnya. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan nomor atau akun penyebar hoaks kepada pihak berwenang agar dapat diproses secara hukum. (ash)
Editor : Hanif