Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kubu Raya Teken MoU dengan BGN untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Ashri Isnaini • Kamis, 5 Juni 2025 | 10:09 WIB
KESEPAHAMAN: Wabup Kubu Raya, Sukiryanto menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional sebagai wujud dukungan Pemkab Kubu Raya  terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
KESEPAHAMAN: Wabup Kubu Raya, Sukiryanto menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional sebagai wujud dukungan Pemkab Kubu Raya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan BGN, pada Selasa (3/6) yang dilaksanakan di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mewakili Bupati Kubu Raya. Dalam keterangannya, Sukiryanto menegaskan pihaknya menyambut baik program nasional tersebut sebagai upaya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Namun demikian, dia juga menyoroti sejumlah ketidakjelasan dalam mekanisme pelaksanaan di daerah, khususnya menyangkut sistem kemitraan.

"Kami mendukung penuh program MBG ini. Namun hingga saat ini kami belum mendapat kejelasan teknis terkait sistem kemitraan. Informasi terakhir yang kami terima, mitra hanya diminta menyiapkan tempat dan dapur, sementara seluruh operasional dikendalikan langsung oleh BGN. Ini yang belum sepenuhnya jelas," ujar Sukiryanto.

Sukiryanto  juga menyinggung kondisi di lapangan yang menunjukkan ketidaksesuaian wilayah kemitraan. Sebagai contoh, dia menyebutkan di Kota Singkawang, kemitraan justru ditangani oleh pihak dari Kabupaten Ketapang. "Kami berharap ke depannya, kalau program ini dilaksanakan di Kubu Raya, maka mitra pelaksananya juga harus berasal dari Kubu Raya. Jangan sampai terjadi tumpang tindih yang berujung pada ketidakefisienan pelaksanaan program," tegasnya.

Selain soal kemitraan, Sukiryanto juga mengusulkan perluasan cakupan penerima manfaat. Dia menyampaikan  hingga saat ini, Program MBG hanya menjangkau PAUD, SD, SMP, dan SMA negeri. Sementara itu, pondok pesantren yang jumlahnya cukup banyak di Kubu Raya belum tersentuh program tersebut. "Kami mencatat ada sekitar 130 pondok pesantren di Kubu Raya. Sayangnya, belum satu pun dari mereka yang masuk sebagai penerima manfaat MBG. Harapan kami, ke depan pondok pesantren ini juga dapat terlibat dan menikmati manfaat dari program ini," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemanfaatan potensi pangan lokal dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, program ini bukan hanya sekadar untuk meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal. "Kita ingin program ini melibatkan petani, nelayan, UMKM, dan pelaku usaha mikro lainnya. Dengan demikian, kita tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal serta mengurangi limbah pangan. Ini contoh sinergi antarsektor: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi berkelanjutan," kata Norsan.

Dia juga mengingatkan Program MBG merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan diharapkan dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Kalimantan Barat. "Saya mohon kepada para bupati dan wali kota di Kalbar untuk mendukung program ini sebaik-baiknya. Ini program penting untuk generasi masa depan kita," pungkas Ria Norsan. (ash)

Editor : Hanif
#Mbg #BALAI PETITIH #program Makan Bergizi Gratis #Teken MoU #BGN #kubu raya #Sukiryanto