PONTIANAK POST – Kepedulian sosial Bandara Internasional Supadio mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Melalui kegiatan khitanan massal gratis yang digelar bagi masyarakat di sekitar lingkungan bandara, program ini dinilai menjadi bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berdampak langsung pada warga.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Bandara Supadio atas inisiatif mulia tersebut. Ia berharap program serupa dapat rutin dilaksanakan dan menjangkau lebih luas lagi.
“Khitanan massal gratis ini sangat baik. Ke depan, saya berharap kegiatan semacam ini bisa diperluas, misalnya digelar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya dengan peserta yang lebih banyak, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujar Sukiryanto, Selasa (24/6), usai menghadiri acara di Graha Chandra Dista Wiradi, Sungai Raya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Bandara Supadio tidak semata fokus pada urusan bisnis, tetapi juga peduli terhadap masyarakat dan pembangunan daerah. Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan lain yang berinvestasi di Kubu Raya untuk aktif menjalankan program CSR. “Kami berharap semakin banyak perusahaan yang berkomitmen menjalankan CSR-nya secara aktif. Dengan begitu, pembangunan daerah bisa lebih cepat dan masyarakat lebih sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Executive General Manager Bandara Internasional Supadio, Muhamad Iwan Sutisna, mengungkapkan bahwa dalam khitanan massal kali ini terdapat 100 anak dari empat desa di Kubu Raya yang ikut serta. “Mereka berasal dari Desa Kuala Dua, Desa Limbung, Desa Arang Limbung, dan Desa Kapur. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen kami bahwa Bandara Supadio tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga aktif mendukung kepentingan sosial masyarakat,” ungkap Iwan.
Ia menambahkan, selain khitanan massal, Bandara Supadio juga rutin menjalankan program bina lingkungan lainnya, seperti renovasi masjid dan mushola, pemberian hewan kurban, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. (ash)
Editor : Hanif