Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kubu Raya Tertinggi Realisasi APBD se-Kalbar Hingga Mei 2025

Siti Sulbiyah Kurniasih • Minggu, 29 Juni 2025 | 09:22 WIB
Kegiatan Rilis APBN Provinsi Kalimantan Barat  yang digelar secara daring oleh DJPb Kalbar, Rabu (25/6).
Kegiatan Rilis APBN Provinsi Kalimantan Barat yang digelar secara daring oleh DJPb Kalbar, Rabu (25/6).

PONTIANAK POST – Kabupaten Kubu Raya mencatatkan kinerja APBD dengan realisasi tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat. Hingga Mei 2025, Kubu Raya menjadi daerah dengan realisasi pendapatan dan belanja tertinggi di Kalimantan Barat.

Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II B Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat, Gunawan Setiono mengatakan realisasi pendapatan daerah Kubu Raya tercatat sebesar Rp746,18 miliar, tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di provinsi ini. Secara konsolidasi, total pendapatan daerah seluruh pemerintah daerah hingga Mei 2025 mencapai Rp7.871,96 miliar.

“Pajak Daerah pada tingkat kabupaten/kota didominasi oleh Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yakni Rp184,28 miliar,” ungkapnya.

Di sisi belanja, Kubu Raya juga memimpin dengan realisasi belanja mencapai Rp442,23 miliar. Secara konsolidasi, total belanja mencapai Rp5.910,90 miliar. Belanja pegawai masih menjadi komponen terbesar dalam struktur pengeluaran daerah.

Sementara itu, kinerja APBN di Kalimantan Barat juga menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2025, realisasi pendapatan negara di Kalimantan Barat telah mencapai Rp4.649,65 miliar atau 37,52 persen dari target. Penerimaan ini terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp4.111,59 miliar dan PNBP sebesar Rp538,06 miliar.

“Sementara itu, belanja negara mencapai Rp10.833,92 miliar atau 34,35 persen dari total pagu yang mencerminkan dukungan APBN terhadap program prioritas daerah,” katanya.

Rincian belanja terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.634,79 miliar dan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp8.199,13 miliar.

Ia menilai belanja APBN di Kalimantan Barat telah berkontribusi nyata terhadap sektor-sektor strategis, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, peningkatan layanan keagamaan dan kesehatan, serta pendidikan melalui penyaluran dana BOS kepada lebih dari 14 ribu siswa lintas jenjang.

Lebih jauh ia menjelaskan, di tengah kondisi global yang dinamis, inflasi di Kalimantan Barat menunjukkan kondisi stabil di angka 0,59% (yoy) dan menjadi salah satu yang terendah di Indonesia.

“Laju inflasi Kalimantan Barat menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun 2024, dengan pola pergerakan yang relatif sejalan dengan inflasi nasional,” tuturnya.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 168,63 poin menjadi yang tertinggi di regional Kalimantan, mencerminkan daya beli petani yang relatif baik. “Hal ini menunjukkan bahwa stimulus fiskal melalui belanja negara telah memberikan dampak positif terhadap sektor-sektor riil di daerah,” katanya. (sti)

Editor : Hanif
#tkd #apbd #PBJT #kalbar #Pendapatan Daerah #kubu raya #realisasi apbd