Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sedekah Bumi Wonodadi, Warisan Leluhur yang Terus Dilestarikan

Ashri Isnaini • Senin, 14 Juli 2025 | 11:36 WIB
SEDEKAH BUMI: Bupati Kubu Raya Sujiwo menghadiri prosesi Sedekah Bumi di Dusun Wonodadi pada Sabtu sore (12/7).
SEDEKAH BUMI: Bupati Kubu Raya Sujiwo menghadiri prosesi Sedekah Bumi di Dusun Wonodadi pada Sabtu sore (12/7).

PONTIANAK POST – Masyarakat Dusun Wonodadi, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, menggelar Ritual Sedekah Bumi pada Sabtu sore (12/7) sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen dan penghormatan terhadap leluhur. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, turut hadir dalam prosesi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan.

Usai menghadiri acara, Sujiwo menegaskan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas hidup yang membentuk jati diri bangsa. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga warisan leluhur yang menjadi kekuatan kolektif sejak dahulu.

“Sedekah Bumi ini bukan hanya seremonial, tapi wujud rasa syukur dan penghormatan kepada alam dan leluhur. Ini adalah jati diri bangsa Indonesia yang harus terus dijaga. Budaya adalah ciri khas kita. Jangan pernah kita tinggalkan budaya kita sendiri,” tegas Sujiwo. Ia juga mendorong agar budaya dijadikan sebagai kekuatan sosial dan perekat antarwarga, terutama dalam membangun peradaban lokal yang berakar kuat di tengah arus perubahan zaman.

Ketua Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB), Purwanto, juga menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat Dusun Wonodadi dalam menjaga tradisi Sedekah Bumi. “Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang masih menjaga warisan budaya seperti ini. Budaya bukan sekadar masa lalu, tapi napas kehidupan yang membentuk karakter masyarakat kita. Pemerintah dan paguyuban harus terus bersinergi agar budaya tetap hidup di tengah zaman yang terus berubah,” ujar Purwanto.

Sedekah Bumi dimaknai sebagai kenduri kampung, di mana warga berkumpul untuk berbagi hasil bumi, menggelar doa bersama, serta mempererat silaturahmi. Tradisi ini memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial antarwarga. Puncak acara dimeriahkan oleh pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Ilham Listiantoro, yang membawakan lakon klasik “Wahyu Mangkuta Rama”. Pertunjukan ini mengangkat nilai-nilai kepemimpinan, keadilan, dan kebijaksanaan yang relevan dengan tantangan kehidupan masa kini.

Turut hadir sejumlah tokoh adat, perangkat desa, dan pimpinan kelembagaan budaya. Ketua Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Kalbar, Arifin Noor, juga menyatakan dukungannya terhadap pelestarian budaya lokal, terutama di daerah multikultural seperti Kubu Raya.

Melalui kegiatan ini, Sedekah Bumi diteguhkan sebagai ruang spiritual dan sosial yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam harmoni budaya. Kubu Raya pun menunjukkan komitmennya sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga bertumbuh dalam keluhuran nilai-nilai budaya. (ash)

Editor : Hanif
#panen #sedekah bumi #tradisi leluhur #pelestarian tradisi #warga #wujud syukur #Wonodadi #dusun