PONTIANAK POST — Bupati Kubu Raya Sujiwo meresmikan rupang (patung) Dewi Kwan Im setinggi sekitar 8 meter dengan bobot mencapai 16 ton di Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie, Kecamatan Sungai Kakap, Minggu (13/7). Rupang tersebut menjadi yang pertama di Kalimantan Barat dan terbesar se-Kalimantan.
Usai peresmian, Sujiwo menyampaikan keberadaan rupang Dewi Kwan Im menjadi penyemangat bagi umat Konghucu dan Buddha, khususnya di Kubu Raya. Dia berharap, peresmian ini dapat menambah semangat dan spiritualitas umat dalam menjalankan ibadah.
“Saya meresmikan rupang Dewi Kwan Im dan tentunya ini akan menambah semangat warga Tionghoa, khususnya yang beragama Konghucu, untuk lebih giat dalam beribadah,” ujar Sujiwo.
Sujiwo menegaskan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan turut menjaga dan memelihara sarana ibadah tersebut melalui dinas terkait. Menurutnya, rumah ibadah dalam bentuk apapun, termasuk vihara, dilindungi undang-undang.
“Tidak boleh ada yang mengganggu jalannya kegiatan ibadah. Bila ada, itu bertentangan dengan hukum dan tentu akan berhadapan dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.
Sujiwo juga mengapresiasi harmonisasi antarumat beragama dan antaretnis yang selama ini terjaga di Kubu Raya. Dia menyebut kondisi ini sebagai modal sosial penting untuk menjaga persatuan dan kerukunan.
Dikesempatan yang sama, Sujiwo menyebut, rupang Dewi Kwan Im akan didorong menjadi salah satu destinasi wisata religi, baik untuk wisatawan lokal maupun nasional. Pemerintah daerah pun berkomitmen mempercantik kawasan vihara.
“Kami akan bantu memperindah lingkungan sekitar rupang. Saya akan kirim tanaman-tanaman lengkap dengan potnya. Tolong nanti disiram rutin setiap tiga hari sekali agar tetap subur,” kata Sujiwo kepada pihak yayasan.
Selain bantuan tanaman, Sujiwo juga berjanji akan mengupayakan dukungan pendanaan melalui anggaran daerah untuk mendukung pengembangan sarana ibadah tersebut.
Baca Juga: Singkawang Tengah Raih Juara Umum Seleksi MTQ XIV
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, saya ucapkan selamat kepada warga Tionghoa, khususnya yang beragama Konghucu dan Buddha, atas berdirinya rupang Dewi Kwan Im ini,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif