Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dosen Polnep Dampingi Nelayan Sungai Kakap Modifikasi Trawl Jadi Jaring Hela Dasar

Hanif PP • Jumat, 18 Juli 2025 | 09:23 WIB
PKM: Dosen Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan Polnep melaksanakan kegiatan PKM di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (15/7).
PKM: Dosen Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan Polnep melaksanakan kegiatan PKM di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (15/7).

PONTIANAK POST – Dosen Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (15/7/2025). Kegiatan ini berupa penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada kelompok nelayan dalam memodifikasi alat tangkap trawl menjadi jaring hela dasar sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 36 Tahun 2023.

Kegiatan bertajuk “PKM Modifikasi Alat Tangkap Trawl Menjadi Jaring Hela Dasar sebagai Implementasi Permen KP Nomor 36 Tahun 2023 untuk Perikanan Berkelanjutan di Desa Sungai Kakap” ini melibatkan tiga dosen Polnep, dua mahasiswa, Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat dan Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ketua Tim PKM, Sadri, S.St.Pi., M.T., mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kesadaran dan kesiapan nelayan dalam beralih ke alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang mengganti alat, tapi juga menanamkan pemahaman bahwa praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan adalah kunci masa depan perikanan dan keberlangsungan ekonomi nelayan kita,” ujarnya.

Menurut Sadri, penggunaan trawl dalam jumlah besar di wilayah pesisir Kalbar telah menimbulkan ancaman terhadap kelestarian sumber daya ikan. Ikan-ikan kecil yang belum layak tangkap ikut terjaring, menyebabkan kerusakan pada ekosistem laut dan menurunkan hasil tangkapan jangka panjang.

Kegiatan pelatihan ini juga dibuka oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, M. Ghandi, S.Si., M.Si. Ia menyambut baik kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam upaya mengedukasi dan mendampingi nelayan.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif Polnep dalam mendukung implementasi regulasi perikanan. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan agar nelayan kita tidak hanya patuh aturan, tetapi juga paham manfaatnya,” jelas Ghandi.

Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pelatihan teknis pembuatan jaring hela dasar dan uji coba penggunaannya. Bantuan berupa bahan seperti webbing, pelampung, rantai pemberat, tali ris, dan alat Turtle Excluder Device (TED) juga diberikan untuk mendukung proses modifikasi.

Selain pelatihan teknis, tim PKM juga melakukan pendampingan pengurusan izin perikanan untuk kelompok nelayan KUB Laut Biru yang bersedia beralih dari trawl ke jaring hela dasar. Perizinan ini penting agar mereka dapat mengakses BBM bersubsidi dan beroperasi secara legal.

Ketua Kelompok KUB Laut Biru Arianto menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan.
“Kami senang sekali dapat ilmu baru. Kami juga jadi paham bahwa mengganti alat tangkap ini bukan sekadar aturan, tapi demi kebaikan laut dan anak cucu kami ke depan. Kami siap mendukung,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para nelayan menyatakan komitmennya untuk mengikuti aturan yang berlaku dan mengubah alat tangkapnya sesuai Permen KP Nomor 36 Tahun 2023.

Desa Sungai Kakap merupakan wilayah pesisir dengan karakteristik ekosistem mangrove yang penting sebagai tempat pemijahan ikan dan udang. Sebagian besar nelayan di desa ini menggunakan trawl sebagai alat tangkap utama, dengan jumlah armada diperkirakan mencapai 200 kapal. Banyak di antaranya belum memiliki izin perikanan, sehingga tidak bisa menikmati fasilitas seperti BBM bersubsidi.

Dengan adanya program PKM ini, diharapkan terjadi perbaikan dari aspek legalitas, efisiensi ekonomi, dan keberlanjutan ekosistem laut. Modifikasi trawl menjadi jaring hela dasar menjadi langkah nyata menuju praktik perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. (ser)

Editor : Hanif
#BBM Bersubsidi #trawl #ted bake #polnep #pelatihan nelayan #jaring hela #permen #dosen #Sungai Kakap