PONTIANAK POST– Aksi kemanusiaan digelar di Kabupaten Kubu Raya. Sebanyak 11 anak dengan kelainan bibir sumbing mendapatkan layanan operasi secara gratis di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI), Jumat (25/7). Kegiatan ini merupakan kerja sama antara RSUD TBSI dengan Yayasan Prama Abiphraya, yang secara penuh menanggung seluruh biaya operasi. Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai bakti sosial ini sangat membantu masyarakat kurang mampu, mengingat biaya operasi bibir sumbing secara mandiri dapat mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per pasien.
"Tentu sangat membebani masyarakat jika harus membayar sendiri. Karena itu, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama," ujar Sukiryanto. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dan menginspirasi lebih banyak lembaga untuk terlibat dalam aksi sosial di Kubu Raya.
Direktur RSUD TBSI Kubu Raya, Asep Ahmad Saifullah, menjelaskan bahwa kelainan bibir sumbing bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berdampak pada asupan gizi anak. Terutama jika melibatkan celah di langit-langit mulut (palatum), anak akan kesulitan makan dan minum, sehingga rentan mengalami malnutrisi hingga stunting. "Ini bagian dari upaya kami membantu anak-anak mendapatkan gizi yang optimal sejak bayi. Operasi ini tak hanya memperbaiki kondisi fisik, tapi juga mendukung pencegahan stunting," terang Asep.
Dalam kegiatan ini, RSUD TBSI menargetkan 20 anak untuk menerima tindakan medis. Hingga hari pelaksanaan, 11 anak telah memenuhi syarat dan siap menjalani operasi. Asep menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Prama Abiphraya dan berharap bakti sosial semacam ini dapat menjadi agenda rutin RSUD TBSI ke depan. (ash)
Editor : Hanif