Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Disdikbud Kubu Raya Tegaskan Komitmen Wujudkan Sekolah Bebas Perundungan

Ashri Isnaini • Selasa, 29 Juli 2025 | 12:30 WIB

DEKLARASI: Penandatanganan dukungan deklarasi Gerakan Zero Bullying di Hotel Dangau, Senin (28/7). Gen-ZB ini  menjadi simbol komitmen bersama untuk memberantas praktik p
DEKLARASI: Penandatanganan dukungan deklarasi Gerakan Zero Bullying di Hotel Dangau, Senin (28/7). Gen-ZB ini  menjadi simbol komitmen bersama untuk memberantas praktik p
 

PONTIANAK POST – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya menegaskan tidak akan menoleransi praktik bullying di lingkungan pendidikan.

Melalui deklarasi Gerakan Zero Bullying (Gen-ZB) yang diikuti seluruh kepala sekolah se-Kubu Raya pada Senin (28/7), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya Syarif Firdaus, menegaskan deklarasi ini merupakan bentuk kesungguhan dan komitmen seluruh kepala sekolah serta satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya untuk mencegah dan menanggulangi tindakan bullying yang masih terjadi di lingkungan sekolah.

"Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini masih marak terjadi bullying, baik antar peserta didik maupun antara guru dan peserta didik. Ini adalah kondisi yang sangat memprihatinkan," ujar Firdaus kepada wartawan usai Deklarasi Gen-ZB di Hotel Dangau Kubu Raya.

Firdaus menyampaikan keprihatinannya atas masih ditemukannya praktik bullying di lingkungan sekolah. Dia menilai tindakan ini menjadi ancaman serius terhadap proses pendidikan dan perkembangan mental anak-anak. Karena itu, Gerakan Zero Bullying diharapkan menjadi momentum untuk menguatkan kesadaran kolektif seluruh unsur satuan pendidikan di Kubu Raya.

"Melalui deklarasi ini, kami ingin menegaskan bahwa bullying adalah ancaman nyata. Kami bertekad tidak akan membiarkan satu anak pun menjadi korban bullying, khususnya di lingkungan sekolah," tegas Firdaus.

Meskipun belum memiliki data kuantitatif yang rinci, Firdaus mengakui masih ditemukan indikasi perilaku bullying di beberapa sekolah. Dia mencontohkan, terdapat kasus-kasus yang walaupun bukan ditangani langsung Dinas Pendidikan, namun sudah masuk dalam kategori tindakan bullying.

"Deklarasi hari ini kami anggap sebagai deklarasi tingkat kabupaten. Ke depannya, kami berharap koordinator wilayah di masing-masing kecamatan bisa menggelar kegiatan serupa agar gerakan ini menjangkau seluruh wilayah di Kubu Raya," katanya.

Lebih lanjut, Firdaus juga menginginkan agar deklarasi di tingkat kecamatan turut melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan orang tua atau wali murid, hingga unsur keamanan seperti Polsek dan Danramil di kecamatan masing-masing. Hal ini dilakukan agar penanganan dan pencegahan bullying dapat dilakukan secara menyeluruh dan kolaboratif.

"Kami juga membuka ruang pengaduan bagi siswa yang merasa menjadi korban bullying. Silakan sampaikan kepada kami, karena Dinas akan memberi atensi penuh. Bila terbukti, kami tidak segan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku kepada pelaku bullying, siapa pun itu," ujar Firdaus.

Sementara itu, Kepala SDN 7 Sungai Ambawang Dina Lestari, yang turut hadir dalam deklarasi menyampaikan dukungannya terhadap Gerakan Zero Bullying. Menurutnya, deklarasi ini menjadi langkah awal yang penting untuk menghapuskan praktik bullying yang masih saja terjadi di lingkungan pendidikan.

"Semangat kekompakan seluruh kepala sekolah dalam mendeklarasikan gerakan ini menjadi kekuatan moral bersama untuk menekan bahkan menghapus tindakan bullying dari sekolah-sekolah di Kubu Raya," ungkap Dina.

“Dan tentunya saya berharap setiap sekolah bisa benar-benar mengimplementasikan komitmen ini, termasuk menjalin kerja sama dengan lembaga perlindungan anak seperti Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kubu Raya dalam penanganan kasus bullying yang mungkin terjadi,” pungkas Dina. (ash)

Editor : Hanif
#Perundungan #tidak akan #anti bulyying #Disdik #penindasan #menoleransi #dinas pendidikan