PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan tonggak besar yang harus dimaknai secara substantif. Menurutnya, kemerdekaan sejati adalah ketika seluruh rakyat dapat merasakan pelayanan dan pembangunan yang merata tanpa terkecuali.
“Kita sudah diakui oleh negara-negara di dunia sebagai bangsa yang berdaulat dan menjadi bagian dari komunitas global. Namun, esensi kemerdekaan tidak berhenti pada proklamasi. Masih banyak masyarakat, terutama di daerah terpencil, yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan secara utuh,” ujarnya, Minggu (17/8), saat menghadiri Ramah Tamah Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.
Krisantus menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan, mulai dari keterbatasan akses listrik, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dasar di pedalaman. Ia menegaskan, tanggung jawab menghadirkan pemerataan pembangunan harus dipikul bersama pemerintah di semua tingkatan.
“Kami di pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota harus hadir di tengah rakyat. Harus memastikan pelayanan pemerintahan benar-benar dirasakan masyarakat. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, dan pelayanan dasar lainnya adalah hak rakyat yang wajib dipenuhi agar mereka merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya, sama seperti masyarakat di perkotaan. Ini perjuangan kita bersama,” tegas Krisantus.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengingatkan bahwa pembangunan tidak mungkin tercapai tanpa persatuan dan kebersamaan. Menurutnya, kemajuan daerah maupun bangsa tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran atau kebijakan pemerintah, melainkan oleh kekuatan kolektif masyarakat.
“Banyak negara di dunia memiliki sumber daya besar dan anggaran nasional melimpah. Tetapi ketika persatuan tergoyahkan, kekayaan tersebut tidak memberi manfaat maksimal. Hal yang sama berlaku bagi Kubu Raya. Kami bisa berjuang mati-matian dengan anggaran yang ada, tetapi tanpa kebersamaan masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal,” ungkap Sujiwo. (ash)
Editor : Hanif