Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kubu Raya Kehilangan Rp334 M, Bupati Minta OPD Lakukan Efisiensi

Ashri Isnaini • Selasa, 30 September 2025 | 07:21 WIB
RAPAT ANGGARAN: Bupati Kubu Raya Sujiwo memimpin rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di Kantor Bupati Kubu Raya.
RAPAT ANGGARAN: Bupati Kubu Raya Sujiwo memimpin rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di Kantor Bupati Kubu Raya.

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, menegaskan pentingnya langkah strategis dan efisiensi dalam menghadapi kebijakan pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya alokasi anggaran untuk daerah.

Kata Sujiwo, Kabupaten Kubu Raya diperkirakan kehilangan sekitar Rp330 miliar hingga Rp334 miliar dari total anggaran yang seharusnya diterima. Menurutnya, jumlah tersebut sangat signifikan, terutama di tengah banyaknya persoalan dan tantangan pembangunan yang harus dihadapi daerah.

“Dengan kebijakan pemerintah pusat itu kita akan kehilangan kurang lebih Rp330 sampai Rp334 miliar. Jumlah yang cukup besar, sementara persoalan dan tantangan kita ini tidak sedikit. Namun sekali lagi, ini tantangan bukan halangan,” tegas Sujiwo, Senin (29/9) saat memimpin rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di Kantor Bupati Kubu Raya.

Dalam kesempatan itu, Sujiwo meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kubu Raya melakukan rasionalisasi anggaran serta memperketat penggunaan belanja daerah. Dia menekankan agar setiap rupiah anggaran benar-benar diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat, terutama pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat.

“Saya mengajak seluruh OPD untuk sama-sama melakukan rasionalisasi. Kita harus ikat pinggang. Belanja uang rakyat ini harus betul-betul dipakai untuk pelayanan publik yang langsung menyentuh kepentingan rakyat. Untuk belanja operasional rutin seperti perjalanan dinas, ATK, dan lain sebagainya, tadi kita sudah sepakat untuk dikurangi,” ujarnya.

Langkah penghematan ini, lanjutnya, merupakan cara agar program-program prioritas tetap berjalan meski kemampuan fiskal daerah mengalami penurunan.

Dia juga meminta jajarannya untuk tidak panik menghadapi kondisi fiskal yang menantang ini. Dia mengingatkan Kubu Raya sudah berulang kali menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, termasuk ketika pandemi Covid-19, namun mampu tetap bertahan dan menjaga pelayanan publik.

“Kita jangan panik. Kita sudah sering diguncang persoalan fiskal, mulai dari pandemi hingga kebijakan efisiensi anggaran. Tapi kita tetap teguh dan kokoh. Yang penting, ayo kita sama-sama legowo, ikhlas, dan jujur melihat kondisi ini secara rasional, objektif, dan realistis,” ungkapnya, seraya mengatakan meskipun anggaran mengalami pemangkasan cukup besar, pemerintah daerah berkomitmen agar pelayanan publik tetap berjalan optimal. (ash)

Editor : Hanif
#Bupati Kubu Raya #OPD #rasionalisasi #optimal #program prioritas #anggaran