Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kubu Raya Fokus Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Ashri Isnaini • Kamis, 9 Oktober 2025 | 13:19 WIB
BUKA FGD: Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, membuka kegiatan diseminasi dan FGD penanganan anak tidak sekolah di Hotel Alimoer, Sungai Raya.
BUKA FGD: Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, membuka kegiatan diseminasi dan FGD penanganan anak tidak sekolah di Hotel Alimoer, Sungai Raya.

PONTIANAK POST – Tingginya jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Kubu Raya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten. Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, menyebut persoalan ini masih cukup mengkhawatirkan karena disebabkan oleh faktor ekonomi, pernikahan usia muda, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan.

“Hari ini ada FGD dan diseminasi terkait penanganan anak tidak sekolah, di mana di Kabupaten Kubu Raya angkanya masih cukup tinggi. Penyebabnya macam-macam, ada yang DO, menikah muda, atau sibuk dengan kegiatan lain. Ini tentu sangat memprihatinkan dan menjadi atensi kita bersama,” kata Yusran Anizam, Rabu (8/10), usai membuka kegiatan Diseminasi dan Diskusi Rencana Aksi Daerah Penanganan Anak Tidak Sekolah (RAD PATS) di Hotel Alimoer, Sungai Raya.

Yusran menjelaskan, Pemkab Kubu Raya mendapat dukungan dari Badan Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalbar dalam menekan angka ATS. Kegiatan diseminasi tersebut juga menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, daerah yang dinilai berhasil menurunkan angka ATS secara signifikan. “Nah, ini kita akan pelajari dan bedah masalahnya. Kita diskusikan bersama agar bisa diterapkan di Kubu Raya,” ujarnya.

Menurut Yusran, kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat sangat penting agar anak-anak di seluruh wilayah Kubu Raya bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan. “Harapan kita angka anak tidak sekolah di Kabupaten Kubu Raya bisa terus ditekan, bahkan semua anak bisa melanjutkan sekolah. Karena itu, kami mohon dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, agar terus mendorong anak-anaknya untuk bersekolah,” tuturnya.

Yusran menegaskan, pendidikan adalah jalan utama menuju kesejahteraan, baik secara material maupun spiritual. Ia menekankan bahwa agama pun mengajarkan pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat. “Tidak ada jalan lain. Agama juga memerintahkan untuk menuntut ilmu, bahkan sampai ke liang lahat,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di era globalisasi, persaingan antarindividu semakin ketat, sehingga anak-anak perlu dibekali pendidikan yang memadai agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Kalau anak-anak tidak kita siapkan dengan pendidikan yang baik, mereka akan sulit bersaing,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yusran mengungkapkan bahwa Pemkab Kubu Raya tengah mendorong pembangunan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat sebagai langkah nyata memperluas akses pendidikan, terutama di daerah padat penduduk. “Kubu Raya diharapkan bisa mendapatkan kesempatan pembangunan Sekolah Garuda maupun Sekolah Rakyat. Ini akan kita dorong melalui Dinas Pendidikan agar dirancang dan diperjuangkan untuk bisa hadir di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#Yusran Anizam #Diseminasi #sekretaris daerah #FGD #Kegiatan #kubu raya