Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pembangunan Jalan Kuala Mandor B–Sungai Enau Dilanjutkan 2026, Bupati Sujiwo Target Tuntas Tiga Tahun

Ashri Isnaini • Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:05 WIB
TINJAU: Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau ruas jalan poros Mega Timur–Sungai Tempayan–Kuala Mandor B–Sungai Enau yang akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2026.   / Prokopim KKR
TINJAU: Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau ruas jalan poros Mega Timur–Sungai Tempayan–Kuala Mandor B–Sungai Enau yang akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2026. / Prokopim KKR

 

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan jalan poros Mega Timur–Sungai Tempayan–Kuala Mandor B–Sungai Enau pada tahun 2026.

Pembangunan ini menjadi langkah strategis dalam membuka keterisolasian sejumlah desa di Kecamatan Kuala Mandor B yang selama ini masih sulit dijangkau.

“Ya, sekarang kami berdiri di ruas jalan poros Mega Timur–Sungai Tempayan–Kuala Mandor B–Sungai Enau.

Ruas jalan ini kalau sampai ke Sungai Enau panjangnya lebih dari 40 kilometer, dan masih tersisa sekitar 15 kilometer yang belum tersambung,” ujar Sujiwo saat meninjau lokasi pembangunan di Kuala Mandor B, Senin (20/10).

Menurutnya, penyelesaian ruas jalan tersebut akan berdampak besar terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah, terutama bagi desa-desa seperti Retok, Padi Jaya, Kubu Padi, dan Sungai Enau.

“Target saya, kalau dalam tiga tahun tuntas sampai ke Sungai Enau, maka empat desa akan sangat terbantu. Dari enam desa di sini, lima di antaranya bisa memanfaatkan jalan ini. Hanya Kuala Mandor A saja yang belum terhubung langsung,” jelasnya.

Sujiwo menyebut, pembangunan jalan poros ini menjadi prioritas utama dalam program infrastruktur kabupaten mendatang. Ia bahkan telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman untuk menyiapkan rencana lanjutan pada tahun 2026.

“Insyaallah tahun depan kita lanjutkan pembangunan jalan porosnya dari Kuala Mandor B menuju ke Sungai Enau. Pak Kadis PU, tolong ini jadi catatan,” tegasnya.

Untuk ruas jalan di Desa Kuala Mandor B yang hampir rampung, pemerintah akan fokus pada pemeliharaan rutin. “Di Desa Kuala Mandor B ini tinggal pemeliharaan saja, karena rekonstruksi sudah selesai. Tahun depan kita pastikan pemeliharaannya masuk,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menjaga kualitas infrastruktur yang telah dibangun. Ia menjelaskan, jalan poros ini menggunakan spesifikasi menengah (medium spec) agar pembangunan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dengan asas pemerataan.

“Kalau dibuat dengan kualitas tinggi, biayanya besar dan desa lain tidak kebagian pembangunan. Karena itu kita gunakan spek menengah, tapi tonasenya harus dibatasi,” terangnya. Sujiwo mengimbau agar kendaraan berat dengan tonase di atas enam ton tidak melewati ruas jalan tersebut karena berpotensi mempercepat kerusakan.

“Pengguna jalan, terutama truk dan pikap, harus menyesuaikan. Tonase maksimal enam ton. Kalau dihantam kendaraan berat, jalan ini cepat rusak. Jadi mohon kerja sama semua pihak,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap mendukung pembangunan infrastruktur daerah, mengingat prosesnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan mekanisme penggunaan anggaran negara.

“Masyarakat perlu memahami bahwa semua ada prosedurnya. Kita harus pandai menyusun strategi di tengah keterbatasan fiskal tahun depan,” pungkasnya. (ash)

 

Editor : Hanif
#kuala mandor b #kalimantan barat #infrastruktur #sujiwo #pembangunan jalan #kubu raya #Sungai Enau