Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Sujiwo Ajak Santri Melek Digital di Era Teknologi

Ashri Isnaini • Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:56 WIB
HARI SANTRI: Bupati Sujiwo bersalaman dengan para santri pada Peringatan Hari Santri Nasional 2025  di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (22/10).
HARI SANTRI: Bupati Sujiwo bersalaman dengan para santri pada Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (22/10).

PONTIANAK POST – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Bupati Kubu Raya Sujiwo mengingatkan para santri agar tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi.

Pesan itu ia sampaikan seusai Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (22/10), yang berlangsung khidmat dan dihadiri para santri, ulama, serta unsur Forkopimda.

Sujiwo menegaskan bahwa kemampuan menguasai teknologi informasi dan sistem digital di lingkungan pesantren kini menjadi keharusan. Menurutnya, era digital menuntut semua pihak, termasuk pesantren, untuk beradaptasi agar tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.

“Tadi dalam sambutan Pak Menteri Agama yang dibacakan inspektur upacara sudah jelas, bahwa walaupun berada di pondok pesantren, santriwan-santriwati dan dewan pengajar wajib hukumnya melek digital dan IT,” ujar Jiwo, sapaan karibnya.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

“Kalau kita tidak adaptif terhadap perkembangan, maka kita akan tertinggal, bahkan tergilas. Saat ini, penguasaan digitalisasi dan teknologi itu bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan,” tegasnya.

Bupati pun mendorong setiap pondok pesantren mengembangkan sistem digital secara mandiri, baik dalam pembelajaran, administrasi, maupun dakwah di media sosial.

“Santri, para pengajar, dan pesantren harus bisa mengembangkan digitalisasi di masing-masing pondoknya. Ini penting agar pesantren tidak hanya kuat secara keilmuan agama, tapi juga siap bersaing di era teknologi,” imbuhnya.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di Aula Praja Utama Kantor Bupati. Momen itu menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, santri, dan masyarakat.

Sujiwo mengaku bersyukur atas kelancaran peringatan Hari Santri yang berlangsung meriah berkat kerja sama berbagai pihak.

“Alhamdulillah, semarak Hari Santri tahun ini luar biasa. Persiapan matang dan gotong royong dari berbagai pihak seperti LazisNU, Bank Kalbar, PLN, dan lainnya membuat kegiatan ini berjalan penuh makna,” ungkapnya.

Pemkab Kubu Raya juga menyiapkan rangkaian kegiatan mulai dari upacara, ramah tamah, hingga jalan sehat dengan hadiah utama sepeda motor.

“Ini bentuk apresiasi pemerintah kepada para ulama, penghormatan kepada pondok pesantren, dan ucapan terima kasih kepada seluruh santri di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Jiwo.

Ia menuturkan, Kubu Raya kini menjadi daerah dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di Kalimantan Barat, yakni lebih dari 170 lembaga.

“Ini aset berharga bagi kita. Karena itu, Hari Santri saya sebut sebagai panggungnya para ulama. Bahkan inspektur upacaranya pun dari kalangan ulama, sebagai bentuk penghormatan kita kepada mereka,” jelasnya.

Jiwo juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pesantren di Kubu Raya. “Secara struktural, pesantren memang di bawah Kementerian Agama.

Tapi meskipun sifatnya sunnah, kami di pemerintah kabupaten akan tetap totalitas. Tahun depan, kami targetkan 100 persen bantuan sosial dan hibah bisa tersalurkan ke seluruh pondok pesantren,” terang Sujiwo.

Selain bantuan, Pemkab Kubu Raya juga berupaya memperbaiki akses jalan menuju pesantren di daerah pelosok. “Akses ini sangat penting.

Kalau sarana, prasarana, kualitas ustaz-ustazah, serta lingkungan pesantren tertata baik, insyaallah pesantren akan menjadi pilihan utama masyarakat untuk menimba ilmu agama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, Ekshan Sahoni, menilai Hari Santri merupakan momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan ulama.

“Hari Santri ini sangat bermakna. Kita harus terus berkolaborasi antara pemerintah, masyarakat, ulama, dan umara. Banyak santri kini sukses di berbagai bidang, bahkan Menteri Agama kita juga seorang santri,” ujarnya.

Ekshan menambahkan, Kemenag berkomitmen memperkuat sinergi dalam pengembangan pesantren, baik secara fisik maupun peningkatan kualitas santri.

“Kami terus mengaktifkan kegiatan pesantren melalui Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP). Dengan kolaborasi, peran pesantren dan santri di Kubu Raya akan semakin kuat,” katanya.

Ia juga memastikan digitalisasi pesantren di bawah Kemenag telah berjalan baik. “Santri kita sudah mulai menggunakan sistem berbasis IT dalam pendataan, pembelajaran, hingga literasi. Bahkan, data operasional pesantren kini sudah terintegrasi secara digital dengan pusat,” tutup Ekshan Sahoni. (ash)

Editor : Hanif
#kemenag #Santri Melek Digital #Pesantren Digital #sujiwo #Hari santri nasional #kubu raya #Transformasi Digital #forkopimda