Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bocah 8 Tahun di Sungai Ambawang Tewas Tenggelam di Kubu Raya

Ashri Isnaini • Minggu, 26 Oktober 2025 | 20:26 WIB

Ilustrasi Tenggelam.
Ilustrasi Tenggelam.

PONTIANAK POST — Seorang bocah laki-laki berinisial RY (8) ditemukan meninggal dunia di Parit Masigi I, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (24/10) sore.

Korban diduga tenggelam saat berenang bersama dua rekannya di parit besar yang berada di depan Kompleks Tirta Asri 1.

Korban ditemukan sekitar pukul 19.22 WIB setelah lebih dari empat jam pencarian oleh warga bersama petugas Polsek Sungai Ambawang.

Kapolsek Sungai Ambawang, Iptu Reyden Fidel Armada, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan peristiwa tersebut.

“Dari informasi di lapangan, korban bersama dua temannya berenang di Parit Masigi sejak siang. Diduga korban tidak mahir berenang sehingga tenggelam dan tidak muncul lagi ke permukaan,” ujar Ade, Sabtu (25/10).

Tim gabungan bersama warga kemudian melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang parit. Sekitar pukul 19.22 WIB, jasad korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal pencarian, tersangkut pada batang pohon yang condong ke tengah parit.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Proses pencarian sempat terkendala karena kondisi parit cukup dalam dan arusnya deras,” jelas Ade.

Peristiwa tragis itu diketahui ketika ibu korban pulang kerja sekitar pukul 17.00 WIB dan tidak mendapati anaknya di rumah. Dari keterangan keluarga, RY sempat pulang sekolah dan bermain bersama kakek-neneknya sebelum keluar rumah tanpa memberi kabar.

Kekhawatiran keluarga meningkat setelah mendapat informasi bahwa RY terlihat berenang di Parit Masigi bersama dua rekannya.

Warga kemudian melapor ke polisi. Tak lama setelah pencarian dimulai, petugas menemukan sejumlah barang milik korban berupa kaos bola merah dan sepasang sandal hitam di tepi parit. Barang-barang itu menjadi petunjuk yang mempersempit area pencarian.

Meski keluarga menolak dilakukan visum et repertum (VER), pihak kepolisian tetap melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian. Jenazah korban telah dimakamkan di Pemakaman Muslim Jalan Parit Masigi I.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa ini. Namun sejauh ini kuat dugaan korban tenggelam karena tidak bisa berenang,” tegas Ade.

Polres Kubu Raya juga mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya dan tidak membiarkan mereka bermain di lokasi berbahaya seperti parit atau sungai tanpa pengawasan. *

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#tenggelam #SUNGAI AMBAWANG #kubu raya