Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Forum Bisnis Kemitraan Kelapa Sawit 2025: Bupati Sujiwo Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah, Perusahaan, dan Masyarakat di Kubu Raya

Ashri Isnaini • Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:18 WIB
Bupati Kubu Raya Sujiwo memberikan sambutan sekaligus membuka Forum Bisnis Kemitraan Kelapa Sawit Tahun 2025, Senin (27/10), di Hotel Alimoer, Kubu Raya.
Bupati Kubu Raya Sujiwo memberikan sambutan sekaligus membuka Forum Bisnis Kemitraan Kelapa Sawit Tahun 2025, Senin (27/10), di Hotel Alimoer, Kubu Raya.

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya Sujiwo, menegaskan pentingnya kemitraan yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam pengembangan sektor kelapa sawit

Dia menilai, Forum Bisnis Kemitraan Kelapa Sawit menjadi salah satu wadah strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan dan stabilitas industri sawit yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kami mengucapkan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan yang tinggi kepada Aspekpir beserta mitra yang telah menyelenggarakan forum bisnis kemitraan sawit ini. Forum seperti ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengelolaan sawit,” ucap Sujiwo, usai usai membuka Forum Bisnis Kemitraan Kelapa Sawit Tahun 2025, Senin (27/10), di Hotel Alimoer, Kubu Raya.

Dia menjelaskan, sawit merupakan salah satu komoditas strategis dunia yang berperan besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah-daerah sentra produksi. Dari sektor ini, banyak masyarakat yang berhasil meningkatkan taraf hidup dan mencapai kemandirian ekonomi.

Baca Juga: TMMD ke-126 Resmikan Sumur Bor Manunggal Air di Desa Pal IX, Kubu Raya

“Komoditas sawit ini sangat seksi dan menjadi perhatian dunia. Kita tidak bisa memungkiri bahwa sawit telah membawa perubahan besar, banyak masyarakat bisa menabung, menyekolahkan anaknya, bahkan memiliki rumah dan kendaraan. Ini bukti nyata bahwa sawit telah meningkatkan taraf hidup masyarakat,” jelasnya.

Namun, Sujiwo juga mengingatkan popularitas sawit di tingkat global menghadirkan tantangan tersendiri. Dia menyoroti adanya berbagai tekanan dari pihak luar terhadap industri sawit Indonesia, terutama yang berkaitan dengan isu lingkungan, sosial, dan ketenagakerjaan.

“Karena sawit ini menjadi komoditas unggulan, tentu ada pihak-pihak yang tidak senang dan menyoroti dari berbagai sisimulai dari lingkungan, sosial, hingga tenaga kerja. Inilah yang harus kita sikapi dengan bijak dan profesional,” kata Sujiwo.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Sujiwo pun menegaskan perlunya kemitraan yang transparan, adil, dan saling menguntungkan antara perusahaan dan petani. Pola kemitraan yang sehat, kata dia, merupakan kunci dalam memastikan keberlanjutan sektor sawit tanpa mengorbankan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kemitraan yang sehat adalah kunci utama. Pemerintah siap hadir menjadi penyeimbang agar hubungan antara perusahaan dan masyarakat berjalan harmonis dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sujiwo mengajak para pelaku usaha dan organisasi petani untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan global, termasuk penyesuaian terhadap standar keberlanjutan (sustainability) dan kompetisi pasar internasional. Dia menekankan pentingnya hilirisasi dan pengembangan produk turunan sawit agar nilai tambah dapat dinikmati langsung masyarakat di daerah penghasil.

“Kita harus mampu beradaptasi. Jangan hanya menjadi penghasil bahan mentah, tapi juga mulai berpikir bagaimana sawit bisa bernilai tambah melalui hilirisasi dan pengembangan produk turunan,” ujarnya.

Sujiwo pun berharap forum bisnis tersebut tidak sekadar menjadi ajang diskusi, melainkan juga melahirkan komitmen dan langkah nyata dalam memperkuat kemitraan antara pemerintah, perusahaan, dan petani sawit. Dia menargetkan agar Kubu Raya dan Kalimantan Barat dapat menjadi contoh daerah yang mampu mengelola sawit secara berkelanjutan, berkeadilan, dan ramah lingkungan.

“Semoga forum ini tidak berhenti pada diskusi saja, tetapi melahirkan langkah nyata yang memperkuat kemitraan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena kemajuan sektor sawit bukan hanya tentang keuntungan, tapi juga tentang keseimbangan antara manusia dan alam,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#forum bisnis kemitraan kelapa sawit #perusahaaan #sinergi #kubu raya #sawit