Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Kubu Raya Sujiwo Dicibir 'Bupati Konten', Tegaskan Transparansi Bukan Pencitraan

Ashri Isnaini • Kamis, 6 November 2025 | 09:52 WIB

 

KONTEN: Bupati Kubu Raya Sujiwo saat meninjau perbaikan Jalan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, belum lama ini. Dalam setiap aktivitasnya sebagai kepala daerah, Sujiwo selalu membuat vlog dan me
KONTEN: Bupati Kubu Raya Sujiwo saat meninjau perbaikan Jalan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, belum lama ini. Dalam setiap aktivitasnya sebagai kepala daerah, Sujiwo selalu membuat vlog dan me

PONTIANAK POST - Belakangan ini, Bupati Kubu Raya Sujiwo ramai menjadi perbincangan publik. Aktivitasnya yang kerap mengunggah vlog dan konten media sosial tentang kegiatan pemerintahan menuai cibiran dari netizen dan berbagai pihak. Tak sedikit yang menjulukinya sebagai “Bupati konten.”

Namun Sujiwo menanggapi sindiran itu dengan santai. Ia menyebut, apa yang dilakukannya bukan untuk pencitraan, melainkan bagian dari upaya mewujudkan transparansi informasi publik. “Mau orang bilang saya Bupati konten, enggak masalah. Mau bilang pencitraan juga silakan. Yang penting kami punya niat baik untuk menyampaikan informasi dan transparansi kepada rakyat,” ujarnya kepada Pontianak Post, Rabu (5/11).

Menurut Jiwo, sapaan karibnya, keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat yang wajib dijunjung tinggi setiap penyelenggara negara. Ia menilai, pemerintah harus menjelaskan apa yang dikerjakan agar publik bisa mengawasi dan menilai secara langsung.

“Tuhan itu Maha Tahu, tapi rakyat juga harus kita kasih tahu. Kita ini penyelenggara negara, rakyat harus tahu kita sedang apa, sedang di mana, dan apa yang kita lakukan. Ini bentuk transparansi, dan transparansi itu haknya rakyat,” tegasnya.

Untuk itu, Jiwo kerap menggunakan vlog dan media sosial pribadi guna menginformasikan program serta kegiatan pembangunan di Kubu Raya. Ia mencontohkan, dalam proyek perbaikan Jalan Sungai Raya Dalam senilai Rp10 miliar, dirinya menjelaskan secara rinci item pekerjaan, ketebalan, lebar, dan panjang jalan agar masyarakat dapat ikut mengawasi.

“Dengan cara itu masyarakat bisa tahu dan memastikan apakah pekerjaan di lapangan sesuai dengan yang kami sampaikan,” jelas Jiwo.

Bupati yang baru menjabat sekitar tujuh bulan itu menilai, keterbukaan justru memperkuat kepercayaan dan partisipasi publik. Dengan mengetahui proses pembangunan, masyarakat bisa ikut mengawasi dan memberi masukan yang konstruktif.

“Makanya setiap proyek harus ada plang nama, besar anggarannya berapa, siapa konsultannya, siapa pelaksananya. Tujuannya supaya rakyat tahu dan ikut mengawasi. Ternyata masyarakat banyak yang mengapresiasi langkah ini,” ungkapnya.

Sujiwo juga mengajak jajaran pemerintah daerah untuk tetap fokus bekerja dan tidak mudah terpengaruh oleh kritik yang tidak membangun. Ia menegaskan semangat transparansi harus terus dijaga demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan dipercaya rakyat.

“Kalau dengan ngevlog saya disebut pencitraan, enggak masalah. Saya baru tujuh bulan menjabat, Pilkada masih lama, dan saya belum tentu mau maju lagi. Bagi saya, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Yang penting niat kita baik, bekerja terbuka dan terus mengabdi untuk masyarakat,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#konten #Bupati Kubu Raya #informasi publik #transparan #sujiwo #cibiran #vlog #bupati