PONTIANAK POST – Kualitas pelayanan publik dan literasi masyarakat di Kubu Raya terus diperkuat. Langkah terbaru ditandai dengan pembukaan Bimtek Pemberkasan Arsip Elektronik berbasis aplikasi SRIKANDI serta peluncuran e-book i-KubuRaya oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto.
Menurut Sukiryanto, transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Peluncuran e-book i-KubuRaya disebut sebagai upaya strategis pemerintah membuka akses informasi seluas-luasnya bagi masyarakat.
“Aplikasi SRIKANDI dan e-book i-KubuRaya adalah implementasi Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” ujarnya saat membuka kegiatan di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (19/11).
Ia menjelaskan, e-book i-KubuRaya diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus pintu informasi bagi masyarakat. Kontennya memuat sejarah lokal, budaya, potensi daerah, hingga panduan layanan publik. Masyarakat pun didorong memanfaatkannya untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Wabup juga menyoroti pentingnya pengelolaan arsip digital di pemerintahan. Tata kelola arsip yang baik, katanya, merupakan fondasi pemerintahan yang bersih dan efektif. Implementasi SRIKANDI diyakini mampu menyederhanakan proses penciptaan, penataan, pemeliharaan, hingga penyusutan arsip, serta meminimalkan risiko kehilangan dokumen penting.
Melalui Bimtek tersebut, ia meminta peserta memahami fungsi SRIKANDI secara menyeluruh dan menerapkannya serius di unit kerja masing-masing. Mereka juga diharapkan menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kedisiplinan pengelolaan arsip elektronik di seluruh OPD.
Kepala Disperpusip Kubu Raya, Rudy Fitriyanto, menambahkan bahwa e-book i-KubuRaya dikembangkan untuk memperluas jangkauan literasi masyarakat. Meski buku fisik tetap penting, e-book dianggap mampu menjawab kebutuhan efisiensi dan akses tanpa batas.
“Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengakses bacaan berkualitas kapan saja dan di mana saja. Ini adalah jawaban atas tuntutan digitalisasi dan kebutuhan meningkatkan budaya literasi di Kubu Raya,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif