Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

MBG Perkuat Ketahanan Pangan Nasional: Pemerintah Fokus Tingkatkan Produksi Protein Hewani

Ashri Isnaini • Senin, 24 November 2025 | 09:50 WIB

 

KUNJUNGI KKR: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam kunjungan kerjanya di Kantor Bupati Kubu Raya, Minggu (23/11).
KUNJUNGI KKR: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam kunjungan kerjanya di Kantor Bupati Kubu Raya, Minggu (23/11).

PONTIANAK POST – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program bantuan, melainkan kebijakan strategis nasional yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.

Menurutnya, MBG merupakan investasi besar pemerintah dalam membentuk generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas. “Makanan bergizi itu bukan hanya soal bagi-bagi makan. Ini kebijakan yang sangat penting, strategis, dan mendasar. Program ini menyangkut masa depan anak-anak Indonesia, agar mereka tumbuh kuat fisiknya, cerdas pikirannya, dan siap menghadapi masa depan yang gemilang,” ujar Zulkifli Hasan dalam kunjungan kerjanya di Kantor Bupati Kubu Raya, Minggu (23/11).

Zulkifli Hasan menjelaskan tantangan besar yang akan dihadapi pemerintah pada tahun 2026, ketika Program MBG mulai berjalan penuh dan menyasar 82,9 juta penerima setiap hari. Dengan jumlah sasaran sebesar 82,9 juta, katanya tentu kebutuhan bahan pangan otomatis meningkat drastis.

“Ini balapan. Tahun depan kita akan memberi makan bergizi untuk 82,9 juta penerima. Kita perlu telur, ayam, ikan, sayur, buah, dan nasi dalam jumlah yang banyak,” katanya.

Zulkifli menyebut kondisi nasional untuk komoditas beras dan jagung sudah relatif aman. Fokus utama pemerintah kini beralih pada pemenuhan protein hewani sebagai pilar terpenting gizi anak. Untuk menjawab kebutuhan yang sangat besar tersebut, pemerintah katanya menyiapkan strategi percepatan produksi pangan berbasis peternakan dan perikanan.

“Tahun depan kita akan gencarkan  habis-habisan untuk protein. Telur, ayam, tambak ikan itu yang akan kita bangun secara besar,” ungkapnya.

Zulkifli merinci salah satu langkah konkret yang sedang disiapkan, yakni pembangunan 2.000 desa nelayan, 20.000 tambak, serta penambahan 500 tambak di setiap kabupaten. Upaya ini diproyeksikan memberikan dampak langsung bagi nelayan, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal.

Politisi Partai Amanat Nasional ini, juga menggambarkan skala kebutuhan program MBG. Katanya, jika satu anak membutuhkan satu butir telur per hari, maka setiap hari dibutuhkan 82,9 juta butir. Jika lauknya ikan, maka pemerintah harus menyiapkan 82,9 juta potong ikan setiap harinya.

“Program ini tidak bisa dipandang hanya sebagai konsumsi. MBG membangun ekosistem ekonomi kerakyatan. Ini akan menggerakkan ekonomi rakyat di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Zulkifli Hasan pun memastikan pasokan pangan nasional tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah katanya, terus melakukan antisipasi dan penguatan distribusi agar harga tetap stabil serta pasokan terjaga hingga ke seluruh daerah.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyambut baik kunjungan Menko Bidang Pangan tersebut. Kata Sujiwo, sebelumnya juga banyak berdiskusi mengenai percepatan pembangunan di daerah, termasuk beberapa usulan strategis untuk Kubu Raya.

“Alhamdulillah hari ini kita mendapat kunjungan dari Bapak Menko Bidang Pangan. Banyak diskusi kecil yang kami lakukan, terutama soal percepatan pembangunan di Kubu Raya. Beliau memantau dan memberikan support penuh,” kata Sujiwo.

Sujiwo menilai konsep ketahanan pangan yang disampaikan Zulkifli sangat relevan. Baginya, teori pembangunan yang kuat harus selaras dengan implementasi di lapangan.

Sujiwo juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas partai dalam mengatasi tantangan pembangunan dan fiskal daerah.

“Percepatan pembangunan ini memang perlu kolaborasi. Kita harus hilangkan perbedaan warna politik. Alhamdulillah sekarang lintas partai membantu kita. Ada dari PDI Perjuangan, PAN, Gerindra, NasDem, semua ikut mendorong,” ujarnya.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini mengungkapkan sinergi lintas partai mempermudah pemerintah daerah memperjuangkan anggaran, terutama ketika pemerintah pusat melakukan efisiensi dan pemangkasan transfer daerah. Meski demikian, Sujiwo memastikan kondisi fiskal Kubu Raya tetap stabil dan pembangunan infrastruktur tetap berjalan.

“Ini semua karena doa masyarakat dan pertolongan Tuhan. Banyak menteri, wakil menteri, hingga anggota DPR RI yang ikut membantu. Maka saya ajak seluruh jajaran, mari kita hargai semua warna demi membangun Kubu Raya,” tegasnya. (ash)

Editor : Hanif
#program mbg #ayam #produksi telur #ketahanan pangan #strategi #ikan