Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kubu Raya Naikkan Status Banjir dan Puting Beliung, Perketat Mitigasi Bencana

Ashri Isnaini • Selasa, 2 Desember 2025 | 13:57 WIB
Photo
Photo

PONTIANAK POST – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi terjadi sejak pertengahan November hingga Januari 2026.

Kepala BPBD Kubu Raya Herry Purwoko mengatakan bahwa intensitas curah hujan diperkirakan sangat tinggi dan berpotensi memicu sejumlah bencana, terutama banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Kata Herry, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya saat ini tengah memproses peningkatan status dari Siaga Darurat Banjir, Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor (Batingsor) menjadi Tanggap Darurat Batingsor. Langkah ini diambil mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan peningkatan risiko cuaca ekstrem dalam beberapa minggu ke depan.

“Peningkatan status ini penting agar seluruh perangkat daerah bisa bekerja lebih cepat dan terkoordinasi dalam penanganan bencana,” kata Herry kepada Pontianak Post, Senin (1/12), di Sungai Raya.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Kubu Raya juga telah menerbitkan Surat Edaran Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi. “Surat ini dikirimkan ke sembilan kecamatan dan 123 desa di Kubu Raya untuk memastikan seluruh aparatur pemerintahan melakukan langkah mitigasi dan siap menangani situasi darurat di wilayah masing-masing,” ucapnya.

Adapun isi imbauan tersebut menekankan pada tiga hal utama yaitu, antisipasi potensi bencana akibat curah hujan ekstrem, kesiapsiagaan seluruh perangkat kecamatan dan desa menghadapi kondisi cuaca buruk dan mitigasi untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.

Herry menambahkan, BPBD Kubu Raya juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana. Adapun daerah yang berpotensi tinggi mengalami banjir katanya yakni di Kecamatan Sungai Ambawang seperti di Desa Lingga, Pancaroba dan  Teluk Bakung.

Meski sebelumnya telah dilakukan normalisasi sungai di sejumlah titik, pemerintah daerah katanya tetap meminta masyarakat tetap waspada. Hery berharap upaya normalisasi dapat mengurangi bahkan menghilangkan dampak banjir di wilayah tersebut.

Sementara itu, bagi masyarakat di wilayah pesisir, juga diminta berhati-hati terhadap angin ekstrem dan gelombang tinggi, terutama Kecamatan Sungai Kakap seperti di Desa Jeruju Besar, Sungai Kupah, Sepok Laut dan Tanjung Saleh dan di Kecamatan Teluk Pakedai seperti di Desa Kuala Karang.

“Masyarakat pesisir harus benar-benar memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut. Keselamatan harus menjadi prioritas,” kata Herry.

BPBD Kubu Raya lanjutnya juga meminta masyarakat untuk segera melapor jika terjadi banjir, puting beliung, maupun tanah longsor. Laporan dapat dilakukan melalui pemerintahan desa setempat atau langsung ke BPBD.

“Kami berharap masyarakat tidak menunggu parah dulu. Jika ada tanda-tanda bencana, segera laporkan agar petugas bisa cepat bergerak,” tegas Herry. (ash)

Editor : Hanif
#wilayah rawan banjir #badan penanggulangan bencana daerah #Antisipasi Cuaca Ekstrem #kubu raya darurat #status bencana