PONTIANAK POST - Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, menegaskan pentingnya keteladanan dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Dia menilai, tanpa teladan nyata dari para pengurus, organisasi hanya akan hidup di atas kertas.
Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Kerja Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kubu Raya 2025–2029 yang dirangkaikan dengan Pelatihan Guru TPQ se-Kubu Raya, Minggu (7/12), di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.
“DPD BKPRMI Kubu Raya ini sangat bergantung pada keputusan rapat kerja hari ini. Mudah-mudahan ke depan remaja masjid semakin lebih baik. Jangan sampai pengurusnya tidak pernah salat di masjid. Kita harus memberikan teladan,” ujarnya.
Dia menilai, keberlangsungan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan program, tetapi juga oleh kesungguhan pengurus dalam menjalankan amanah. Tanpa keteladanan, organisasi hanya akan ada di atas kertas dan kehilangan kepercayaan masyarakat.
“Kalau ketua dan pengurusnya ingin menghidupkan organisasi, maka hiduplah organisasi itu. Namun jika hanya ingin numpang hidup di organisasi, maka matilah organisasi itu,” ujarnya mengingatkan.
Sukiryanto menilai BKPRMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan syiar Islam, pembinaan remaja masjid, serta pengembangan pendidikan Al-Qur’an melalui TPQ dan lembaga pembinaan lainnya. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dan berharap jajaran BKPRMI dapat bekerja lebih kreatif, aktif, dan berpihak pada kebutuhan generasi muda.
“Tujuan kita sama, yaitu mewujudkan generasi muda Kubu Raya yang berakhlak mulia, Qur’ani, dan memiliki semangat kepemimpinan di masjid,” kata Sukiryanto.
Wabup juga mendorong BKPRMI untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, baik lembaga pendidikan, tokoh agama, maupun pemerintah desa dan kecamatan, agar pembinaan remaja masjid dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Dia menegaskan pemerintah daerah siap mendukung kegiatan positif yang digagas BKPRMI, terutama yang berkaitan dengan pembinaan karakter dan penguatan kegiatan keagamaan di masjid.
“Remaja masjid adalah masa depan kita. Mereka yang nanti akan menjadi imam, ustaz, dan pemimpin masyarakat. Maka pembinaannya tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya, seraya berharap berharap BKPRMI Kubu Raya mampu menciptakan terobosan baru yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas generasi muda Islam di Kubu Raya. (ash)
Editor : Hanif