PONTIANAK POST — Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, Kamis pagi (11/12) sekitar pukul 07.30 WIB meninjau pelaksanaan operasi pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalimantan Barat di Gereja Katolik Santo Petrus Kanisius, Lanud Supadio, Sungai Durian, dan Sungai Raya.
Dalam kunjungan tersebut, Budi Santoso didampingi Bupati Kubu Raya Sujiwo. Budi secara simbolis menyerahkan paket pangan murah kepada warga yang telah mengantre sejak pagi. Operasi pasar digelar untuk memastikan keterjangkauan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Kunjungan kami ke Kubu Raya dan Pontianak kali ini untuk meninjau operasi pasar menjelang Nataru. Pemerintah menjual kebutuhan pangan di bawah harga pasar atau harga eceran tertinggi untuk membantu masyarakat yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru,” ujar Budi usai meninjau operasi pasar murah.
Terkait distribusi pangan, termasuk ke wilayah terdampak banjir, Mendag memastikan kondisi nasional masih aman. “Untuk daerah terdampak banjir, ada bantuan khusus dari Basarnas. Sementara untuk wilayah lainnya, kami telah berkoordinasi dengan produsen dan distributor. Mereka memastikan produksi cukup dan tidak ada masalah distribusi. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan operasi pasar murah menyediakan 1.000 paket kebutuhan pokok dengan subsidi Rp50 ribu per paket. Subsidi berasal dari Pemerintah Provinsi Kalbar dan dukungan Bank Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perdagangan yang telah hadir dan memberikan arahan, serta kepada Gubernur Kalbar yang menjadikan Kubu Raya sebagai titik pertama pelaksanaan pasar murah menjelang Nataru. Jumlah paket dan subsidinya cukup besar,” kata Sujiwo.
Dia menambahkan, operasi pasar murah ini terbuka bagi seluruh masyarakat. “Kegiatan ini tidak hanya untuk umat Kristiani. Warga Muslim juga hadir karena operasi pasar bertujuan meringankan beban masyarakat kurang mampu sekaligus mengendalikan inflasi,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif