PONTIANAK POST - Rendahnya kecukupan gizi masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Bupati Kubu Raya, Sujiwo menilai persoalan tersebut harus ditangani secara bersama melalui kolaborasi lintas sektor.
“Ke depannya saya akan memberi atensi khusus karena persoalan gizi ini sangat penting. Masalah gizi bukan hanya berdampak terhadap stunting, tetapi juga berbagai persoalan kesehatan lainnya,” kata Sujiwo, Minggu (25/1) usai menghadiri Peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 yang digelar di Taman Dirgantara Lanud Supadio, Sungai Raya.
Dia menjelaskan, kekurangan asupan gizi tidak hanya menyebabkan stunting pada anak, tetapi juga dapat memicu berbagai penyakit seperti anemia, meningkatnya risiko penyakit menular, serta kerentanan terhadap infeksi. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh melalui kerja sama lintas sektor.
“Dengan kolaborasi yang baik, hal-hal tersebut diharapkan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Sujiwo juga mengaitkan pentingnya perbaikan gizi dengan visi jangka panjang Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari sekarang melalui edukasi, penyadaran, dan pemenuhan gizi yang optimal, khususnya bagi anak-anak.
“Saya sering menyampaikan bahwa tahun 2045 akan menjadi Tahun Indonesia Emas. Jadi dari sekaranglah kita tanamkan, kita edukasi, dan kita berikan informasi kepada masyarakat,” ucapnya.
Sejalan dengan itu, Sujiwo mengajak seluruh pihak untuk melakukan gerakan konkret guna memastikan kecukupan asupan gizi anak terpenuhi secara optimal. Ia menekankan bahwa kolaborasi antarperangkat daerah menjadi kunci, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, hingga dinas terkait lainnya.
“Sekali lagi, ini bukan hanya persoalan Dinas Kesehatan, tetapi lintas sektoral. Menuju Indonesia Emas 2045, mulai saat ini kita harus menerapkan pola hidup sehat, hidup bersih, serta memastikan asupan gizi yang baik bagi masyarakat,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif