PONTIANAK POST - Aparat kepolisian masih mendalami kasus meninggalnya seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) asal Pontianak yang ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (22/1) dan melibatkan seorang anak perempuan berusia 13 tahun berinisial C. Dugaan awal mengarah pada tekanan psikologis yang dialami korban, yang diduga berkaitan dengan permasalahan di lingkungan sekolah.
Kapolsek Sungai Kakap, Ipda Dollas Zimmi Saputra Nainggolan, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah awal penanganan di lokasi kejadian.
“Benar, kejadian tersebut terjadi pada Kamis lalu di rumah korban. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/1).
Senada dengan itu, Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap, Ipda Adrianus Ari, menjelaskan bahwa pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti meninggalnya korban. Beberapa informasi yang berkembang di masyarakat masih terus didalami.
“Informasi sementara, korban diduga mengalami tekanan karena masalah di sekolah. Namun semua masih kami selidiki lebih lanjut,” tegasnya.
Petugas gabungan dari Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Kakap mendatangi lokasi kejadian pada Kamis pagi sekitar pukul 7.00 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan saksi.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memintai keterangan dari sejumlah pihak, termasuk ibu dan abang korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat menunjukkan perubahan sikap pada malam sebelum kejadian dan mengaku sedang memikirkan masalah yang dihadapinya di sekolah.
Pihak kepolisian juga menemukan sebuah surat yang ditinggalkan korban. Isi surat tersebut mengungkapkan perasaan malu dan permohonan maaf kepada keluarga, yang kini menjadi salah satu bahan pendalaman penyidik.
Hingga saat ini, keluarga korban masih belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut kepada media dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada pihak berwenang.
Peristiwa ini menambah keprihatinan berbagai pihak terhadap pentingnya perhatian pada kesehatan mental anak dan remaja, khususnya di lingkungan pendidikan. Aparat berharap masyarakat tidak berspekulasi dan memberikan ruang bagi keluarga untuk berduka. (mdy)
Editor : Miftahul Khair