Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ritual Nabok Panyugu Awali Rangkaian Naik Dango ke-41 di Kubu Raya

Hanif PP • Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:12 WIB
RITUAL: Prosesi Ritual Adat Nabok Panyugu/Pantak Pantulak menandai awal rangkaian Naik Dango ke-41 Kalbar (Kubu Raya, Landak, Mempawah) di Kubu Raya.
RITUAL: Prosesi Ritual Adat Nabok Panyugu/Pantak Pantulak menandai awal rangkaian Naik Dango ke-41 Kalbar (Kubu Raya, Landak, Mempawah) di Kubu Raya.

PONTIANAK POST – Rangkaian pelaksanaan Naik Dango ke-41 Kabupaten Kubu Raya resmi diawali dengan ritual adat Nabok Panyugu (Pantak  Pantulak) di Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Jumat (30/1). Ketua Panitia Naik Dango, Lorensius, mengatakan ritual adat tersebut merupakan tahapan awal yang wajib dilaksanakan sebelum seluruh rangkaian kegiatan dimulai.

“Kegiatan hari ini mengawali seluruh pelaksanaan Naik Dango ke-41 di Kabupaten Kubu Raya. Ritual Nabok Panyugu ini dilakukan untuk memohon izin kepada jubata, panampa Pajaji, penguasa alam semesta dan memohon keselamatan dan perlindungan agar seluruh kegiatan berjalan dengan lancar, sukses dan penuh kedamaian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam ritual adat tersebut terdapat lima unsur adat yang dipimpin oleh imam adat, dengan perlengkapan ritual seperti ayam, padi, beras pulut, beras bias, baras banyu, baras kuning, telur, dan sebagainya.

“Pusat kegiatan Naik Dango ke-41 akan dilaksanakan di Rumah Adat Dayak Desa Lingga, Sungai Ambawang, Kubu Raya. Rangkaian kegiatannya meliputi seminar, pembukaan seremonial, pertandingan rakyat, serta berbagai perlombaan,” jelasnya.

Lorensius menambahkan, rangkaian kegiatan telah diawali dengan seminar pada tanggal 25, sedangkan pembukaan resmi dilaksanakan pada tanggal 27. Sebelum gawai besar, juga dilakukan tahapan adat Bahaupm, yakni musyawarah dengan para pemangku adat dari tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Mempawah.

“Naik Dango merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak atas hasil panen dan kehidupan selama satu tahun dan sangat erat kaitannya dengan kehidupan pertanian,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kubu Raya, Lasem, S.Pd, menegaskan dukungan penuh Dewan Adat Dayak Kabupaten dan Provinsi Kalbar terhadap pelaksanaan Naik Dango ke-41. Terlebih Kubu Raya menjadi tuan rumah.

“Pesta Naik Dango ini telah dilaksanakan selama 40 tahun dan tahun ini memasuki pelaksanaan ke-41 di Kabupaten Kubu Raya. Dewan Adat Dayak Kabupaten Kubu Raya menjadi penanggung jawab kegiatan ini dan mendukung penuh pelaksanaannya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kegiatan hari ini juga diawali dengan ritual Bapadah ke Pantulak sebagai permohonan kepada jubata agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman.

“Bagi masyarakat Dayak, komunikasi dengan roh-roh leluhur tetap dijaga melalui ritual adat. Ini bagian dari nilai dan tradisi yang terus kami lestarikan,” tegasnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Kubu Raya, Yuliastuti. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, termasuk bupati, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Naik Dango ke-41.

“Kami dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata akan berupaya membantu pelaksanaan kegiatan ini agar sukses. Naik Dango tidak hanya menjadi event budaya, tetapi juga event pariwisata yang diharapkan dapat dimeriahkan oleh masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.

Menurut Yuliastuti, Naik Dango juga telah diusulkan dan masuk sebagai salah satu agenda event pariwisata di tingkat Provinsi Kalbar.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional, Drs. Yakobus Kumis, M.H., CIM menjelaskan, Naik Dango ke-41 akan dilaksanakan pada 25 - 28 April 2026 di Rumah Adat Dayak Kanayatn Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, dan diikuti oleh tiga kabupaten, yakni Kubu Raya, Landak, dan Mempawah, sehingga menjadi agenda ritual adat Naik Dango Ke-41 Tingkat Provinsi.

“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar, sukses, meriah, serta menjadi wadah pemersatu masyarakat, sarana pelestarian adat budaya Dayak, dan media penyampaian pesan pembangunan oleh Pemerintah” katanya.*

Editor : Hanif
#Naik Dango #SUNGAI AMBAWANG #kubu raya #ritual adat