Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tragis, Karyawan Peternakan Ayam di Sungai Raya Tewas Tersengat Listrik Saat Mengisi Daya Ponsel

Ashri Isnaini • Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:20 WIB

 

OLAH TKP: Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi awal di kamar korban.
OLAH TKP: Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi awal di kamar korban.

PONTIANAK POST - Karyawan peternakan ayam petelur PT Tata Mulia Fortuna, Desta Ramandus (18), ditemukan meninggal dunia di kamar istirahatnya yang berada di area peternakan, di Jalan Madu Sari, Dusun Karya Baru, RT 001/RW 006, Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (29/1) sekitar pukul 12.40 WIB. Korban diduga meninggal akibat tersengat aliran listrik saat mengisi daya telepon genggam.

Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan korban pertama kali ditemukan rekan kerjanya yang merasa curiga karena korban tidak merespons saat dipanggil.

“Saksi memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Karena curiga, saksi kemudian mendatangi kamar korban yang pintunya dalam keadaan setengah terbuka,” ujar Ade, Jumat (30/1) siang.

Saat masuk ke kamar, saksi melihat korban dalam posisi tengkurap di lantai. Upaya membangunkan korban tidak membuahkan hasil. Ketika tubuh korban dibalik, terlihat luka bakar di bagian dada sebelah kanan, warna kulit korban membiru, dan korban sudah tidak bernyawa.

“Handphone korban ditemukan menempel di dada sebelah kanan dalam kondisi terbakar dan masih terhubung dengan kabel charger,” jelas Ade.

Mengetahui kejadian tersebut, rekan kerja korban segera meminta pertolongan dan memberitahukan pemilik peternakan. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Madu Sari serta pihak keluarga korban.

Petugas gabungan dari Unit Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Raya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi awal. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Soedarso Pontianak menggunakan ambulans Desa Madu Sari untuk dilakukan visum.

“Korban dilakukan visum luar oleh pihak medis RSUD Soedarso. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi,” kata Ade.

Usai proses visum, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk memeriksa kondisi instalasi listrik dan alat pengisi daya yang digunakan.

“Dugaan sementara korban meninggal akibat tersengat listrik saat mengisi daya handphone. Namun penyelidikan masih terus kami lakukan,” tegas Ade, seraya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik, khususnya saat mengisi daya telepon genggam, dengan memastikan kondisi kabel, stop kontak, serta lingkungan sekitar dalam keadaan aman.(ash)

Editor : Hanif
#tersengat listrik #daya ponsel #tewas #karyawan #sungai raya #peternakan