Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kasus Bom Molotov SMPN 3 Sungai Raya, Kapolda Kalbar Sebut Dugaan Perundungan Masih Didalami

Meidy Khadafi • Rabu, 4 Februari 2026 | 13:28 WIB
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto meninjau SMPN 3 Sungai Raya, Rabu (4/2).
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto meninjau SMPN 3 Sungai Raya, Rabu (4/2).

PONTIANAK POST – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat masih mendalami kemungkinan adanya perundungan (bullying) sebagai salah satu faktor yang melatarbelakangi aksi pelemparan bom molotov oleh seorang siswa di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, selain kondisi keluarga, aspek lingkungan sekolah juga menjadi fokus penyelidikan untuk memastikan apakah terdapat tekanan psikologis akibat perundungan yang dialami anak tersebut.

“Kami sedang menggali akar masalahnya. Ini bukan hanya soal peristiwa pidananya, tetapi juga kondisi psikis anak. Lingkungan sekolah dan pergaulan juga kami dalami,” kata Pipit saat meninjau SMPN 3 Sungai Raya, Rabu (4/2).

Menurut Pipit, secara umum aktivitas terduga pelaku di sekolah berjalan normal. Namun, polisi tetap menelusuri kemungkinan adanya tekanan dari lingkungan pergaulan yang memicu emosi dan perilaku berbahaya.

“Sekolahnya normal, tapi ada beberapa hal yang masih kami dalami, termasuk hubungan dengan teman-temannya dan kegiatan sehari-hari di sekolah,” ujarnya.

Kapolda menegaskan, penanganan kasus ini tidak semata-mata dilakukan melalui pendekatan hukum, melainkan juga pembinaan karena terduga pelaku masih di bawah umur.

“Penanganan hukum itu ultimum remedium. Akar masalahnya dulu kita selesaikan. Apakah ini karena tekanan psikis, lingkungan sekolah, atau faktor lain, semuanya harus jelas dulu,” tegasnya.

Ia juga mengimbau pihak sekolah untuk lebih ketat mengawasi perilaku siswa serta mencegah terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan.

“Sekolah harus mengawasi perilaku muridnya, jangan saling mengejek, jangan membully. Berikan kegiatan-kegiatan positif dan arahkan anak-anak pada aktivitas yang membangun,” katanya.

Polda Kalbar, lanjut Pipit, akan menurunkan personel Bhabinkamtibmas ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemantauan dan pembinaan kepada para siswa.

“Kami dari kepolisian akan turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan arahan kepada anak-anak remaja agar meminimalisir masalah di sekolah maupun di lingkungan pergaulan,” ujarnya.

Kapolda juga meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, termasuk penggunaan gawai dan jenis permainan yang dikonsumsi sehari-hari.

“Orang tua harus memantau kegiatan anak-anaknya, apa yang dimainkan di handphone, serta mengarahkan pada kegiatan positif dan ekstrakurikuler,” katanya.

Ia mengajak tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat ikut terlibat dalam memberikan pembinaan moral kepada remaja.

“Kita perlu kerja bersama. Tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh adat juga diminta membantu memberi pencerahan agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sungai Raya diduga melempar bom molotov ke area sekitar ruang kelas pada Selasa (3/2).

 Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun satu siswa mengalami luka ringan. Polisi masih menyelidiki motif kejadian dan memastikan kasus tersebut tidak mengarah pada aksi terorisme. (mdy)

Editor : Miftahul Khair
#Perundungan #bom molotov #penyelidikan #SMPN 3 Sungai Raya #kapolda kalbar