Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Sujiwo Dorong Pemanfaatan Lahan Sempit Jadi Sumber Penghasilan Warga Kubu Raya

Ashri Isnaini • Selasa, 17 Maret 2026 | 12:38 WIB

 

PANEN MELON: Bupati Kubu Raya Sujiwo memanen melon di lahan Koperasi Desa Merah Putih Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Minggu (15/3).
PANEN MELON: Bupati Kubu Raya Sujiwo memanen melon di lahan Koperasi Desa Merah Putih Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Minggu (15/3).

PONTIANAK POST —  Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengajak warga di Kubu Raya memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Menurut dia, langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Seperti di pemukiman di Sungai Raya Dalam ini, kita panen melon dengan nilai ekonominya yang lumayan,” kata Sujiwo, Minggu (15/3) saat panen melon di lahan Koperasi Desa Merah Putih Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya.

Dia mengatakan pemerintah daerah akan mengoptimalkan konsep pemberdayaan masyarakat hingga ke level paling kecil, yakni rumah tangga. Program tersebut akan dijalankan bersama Wakil Bupati Sukiryanto dengan memanfaatkan potensi lahan di lingkungan tempat tinggal warga.

Menurut Sujiwo, berbagai sektor bisa dikembangkan melalui pemanfaatan lahan sempit, mulai dari perikanan hingga budidaya tanaman hortikultura. Bahkan saluran air atau selokan di permukiman pun dapat dimanfaatkan sebagai kolam ikan dengan pengelolaan sederhana.

“Kalau selokan dibersihkan, kemudian didalamkan sedikit dan dibuat pembatas, saat curah hujan tinggi air bisa lewat. Tapi ketika kemarau masih bisa menahan air sehingga ikan lele tetap hidup,” ujarnya.

Dia menilai setiap kompleks perumahan memiliki potensi untuk mengembangkan usaha kecil berbasis pekarangan, baik untuk budidaya sayur, buah, maupun tanaman hortikultura lainnya.

Sujiwo juga menilai metode pertanian modern seperti hidroponik berpeluang menarik minat generasi muda, terutama generasi Z, untuk terlibat dalam kegiatan pertanian.

“Kalau bertani dengan cara modern seperti hidroponik, tidak kotor dan lebih menarik. Anak-anak muda juga tidak akan gengsi,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Sujiwo juga mengapresiasi pengurus Koperasi Desa Merah Putih Sungai Raya Dalam yang dinilai berhasil memanfaatkan lahan pekarangan untuk kegiatan produktif. Ia berharap koperasi tersebut dapat terus berbagi pengetahuan kepada masyarakat sekitar.

“Saya berharap Koperasi Desa Merah Putih bisa bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Nanti akan kita rapatkan,” ujarnya.

Sujiwo mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjadikan desa-desa di Kubu Raya sebagai sentra ketahanan pangan berbasis masyarakat. Menurut dia, pemanfaatan lahan sempit juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

Dia mencontohkan, lahan seluas 20 x 20 meter yang digunakan untuk budidaya melon dapat menghasilkan nilai panen hingga sekitar Rp160 juta dalam satu siklus produksi selama 60 hari.

“Ini ada nilai bisnisnya. Di lahan ukuran 20 kali 20 meter saja sekali panen bisa mencapai sekitar Rp160 juta,” kata dia.

Lebih jauh, Sujiwo menyebut konsep pertanian produktif berbasis pekarangan tersebut juga akan diterapkan di pondok pesantren. Selain untuk kegiatan produksi pangan, kawasan pesantren diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi agrowisata.

“Ada nilai wisata dan nilai edukasinya. Orang bisa datang bersama keluarga, bahkan membuat konten, sehingga tempat seperti ini bisa menjadi lebih menarik,” tutup Sujiwo. (ash)

Editor : Hanif
#Ekonomi #Bupati Kubu Raya #sujiwo #pekarangan #ketahanan pangan