Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Lift Proyek Masjid Agung Awwaludin Terjun Bebas, Enam Pekerja Terluka

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 12 April 2026 | 22:07 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

PONTIANAK POST – Enam pekerja proyek pembangunan Masjid Agung Awwaludin di Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, mengalami kecelakaan kerja setelah lift yang mereka tumpangi jatuh dari ketinggian sekitar lima meter, Jumat (9/4) sekitar pukul 11.50 WIB.

Insiden itu terjadi saat para pekerja hendak turun untuk beristirahat di tengah aktivitas pembangunan masjid.

Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade menjelaskan kecelakaan diduga dipicu putusnya tali sling pada lift proyek tersebut.

“Diduga kawat sling lift putus saat enam pekerja berada di dalam lift hendak turun untuk beristirahat. Akibatnya lift yang mengangkut enam orang pekerja terjatuh serta tertimpa bagian konstruksi lift,” ujar Ade, Sabtu (11/4) di Sungai Raya.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, lift yang tengah menurunkan para pekerja tiba-tiba mengalami putus sling dan langsung terjun bebas ke bawah.

Seluruh korban kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian untuk mendapatkan pertolongan medis.

Keenam pekerja langsung dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Muhammad Sutomo untuk menjalani penanganan awal.

Dari enam korban tersebut, satu orang bernama Markuat (60) mengalami luka serius berupa patah tulang pada bahu dan kaki.

Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Kartika Husada untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara lima pekerja lainnya, yakni M. Madon (62), Samiri (57), Busri (37), Ahmadi (60), dan Tuki (50), mengalami luka ringan.

Kelima korban tersebut kini menjalani perawatan rawat jalan setelah mendapat penanganan medis.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.

Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan kelayakan alat kerja serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek.

“Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama terkait aspek keselamatan kerja di lokasi pembangunan. Kami mengimbau seluruh pihak agar lebih memperhatikan standar keamanan guna mencegah kejadian serupa,” tegas Ade.

Insiden tersebut kembali mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap keselamatan kerja dalam setiap proyek pembangunan.

Penerapan standar K3 dinilai menjadi faktor penting untuk melindungi para pekerja dari risiko kecelakaan di lokasi konstruksi. (ash)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#lift proyek #Masjid Agung Awwaludin #kecelakaan kerja #sungai raya #kubu raya