Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kubu Raya Targetkan Program MBG Bebas Keracunan dengan SOP Ketat

Ashri Isnaini • Selasa, 12 Mei 2026 | 13:57 WIB
Bupati Kubu Raya Sujiwo didampingi Sekda Yusran Anizam menerima kunjungan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di ruang kerja bupati, Senin (11/5). (PROKOPIM KKU)
Bupati Kubu Raya Sujiwo didampingi Sekda Yusran Anizam menerima kunjungan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di ruang kerja bupati, Senin (11/5). (PROKOPIM KKU)

PONTIANAK POST  – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tanpa insiden keracunan makanan. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kubu Raya, Sujiwo dalam rapat persiapan bersama jajaran terkait di ruang kerjanya, Senin (11/5).

Untuk memastikan target tersebut tercapai, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan menggelar pertemuan lintas sektor pada Selasa (12/5) dengan melibatkan seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

“Besok kita akan melibatkan semua pihak yang berkorelasi dengan bagaimana program strategis nasional, baik MBG dan lainnya, mendapatkan dampak positif. Salah satunya meminimalisir dampak negatif terhadap program MBG ini,” kata Sujiwo.

Sujiwo menilai, program MBG yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto sejatinya dapat berjalan aman jika seluruh pelaksana mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan persyaratan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Pakar Farmasi Unair Ingatkan Risiko Konsumsi Herbal Tanpa Pengawasan Tepat

“Selama standar operasional dan pemenuhan persyaratan itu dipenuhi, maka sebenarnya tidak akan berdampak negatif sedikit pun. Yang jadi persoalan ini kan ada oknum-oknum,” ujarnya.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya ini pun, meminta Satgas MBG Kubu Raya yang dipimpin Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan kepercayaan dalam pelaksanaan program tersebut, baik pengelola dapur, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), maupun pihak lainnya.

“Kita berharap ada sinyal positif dari Badan Gizi Nasional agar seluruh Satgas di Indonesia bisa mengambil langkah tegas,” ucapnya.

Sujiwo juga mengusulkan skema baru dalam rantai distribusi bahan baku MBG dengan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pihak yang langsung menandatangani kerja sama dengan dapur MBG dan SPPG.

Menurutnya, pola tersebut dapat memangkas rantai pasok yang terlalu panjang sehingga petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM lokal dapat terhubung langsung dengan pasar program MBG.

Baca Juga: Ngadu ke DPRD, Warga Kapuas Hulu Minta Kafe di Buak Limbang dan Sungai Unin Diitutup 

“Jadi nanti yang langsung tanda tangan kerja sama KDMP dengan dapur-dapur, dengan SPPG, ini KDMP. Di situ ada kelompok tani, ada UMKM, para petani, ini langsung menjadi anggotanya KDMP,” jelasnya.

Dia menilai skema tersebut sejalan dengan semangat pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan daerah. Dengan keterlibatan langsung masyarakat dalam rantai pasok, program MBG dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.

Untuk mendukung hal tersebut, Sujiwo menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah bergerak sesuai bidang masing-masing.

Dinas Perikanan, misalnya, diminta mendorong pengembangan budi daya keramba apung dan kolam ikan. Dinas Pertanian diarahkan menghidupkan kembali kelompok tani untuk menanam sayur-mayur, sementara Dinas Peternakan difokuskan pada pemenuhan pasokan daging ayam dan sapi.

Sementara itu, Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam menambahkan saat ini terdapat 73 dapur MBG mandiri di Kubu Raya dan sebagian besar telah beroperasi. Namun, delapan dapur lainnya masih ditangguhkan sementara lantaran menjalani perbaikan pemenuhan standar SOP.

“Insyaallah mudah-mudahan secepatnya bisa selesai dan bisa beroperasi kembali. Karena ini ditunggu oleh anak-anak kita semua,” katanya.

Yusran memastikan pemerintah daerah siap mengawal dan menyukseskan program MBG maupun KDMP. Ia menegaskan apabila KDMP menjadi pemasok utama bahan pangan MBG, maka keuntungan usaha dapat dibagikan kembali kepada anggota koperasi dalam bentuk sisa hasil usaha (SHU).

Menurutnya, skema tersebut jauh lebih efektif dibanding rantai distribusi berlapis yang berpotensi meningkatkan harga bahan pangan sekaligus menurunkan kualitas makanan.

“Silakan bergabung ke KDMP, sesuai dengan semangat Pak Presiden untuk PSN-PSN ini,” tutup Yusran Anizam. (ash)

Editor : Hanif
#sop #Mbg #Cegah Keracunan #ekonomi lokal #Pemkab Kubu Raya