Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dorong Penguatan Ekonomi Lokal, Pemkab Kubu Raya Tegaskan Komitmen Sukseskan Program MBG  

Ashri Isnaini • Rabu, 13 Mei 2026 | 12:28 WIB
Sujiwo
Sujiwo

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai program strategis nasional untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan kehadiran BGN dalam pelaksanaan program MBG telah mengubah persepsi publik yang sebelumnya menilai pemerintah daerah tidak dilibatkan secara maksimal. Menurutnya, kondisi tersebut kini telah terpatahkan dengan adanya sinergi yang lebih terbuka antara pusat dan daerah.

“Selama ini ada stigma pemerintah daerah hanya sebagai penonton. Tapi dengan adanya kehadiran BGN, stigma itu terpatahkan. Ini yang membuat kita semakin semangat,” ujar Sujiwo, usai Sosialisasi Sinergi Ekonomi Kerakyatan Pemberdayaan UMKM, BUMDes dan Koperasi untuk penguatan rantai pasok dalam mendukung program MBG di Kantor Bupati Kubu Raya. 

Baca Juga: BGN: Perputaran Dana MBG di NTB Capai Rp824 Miliar per Bulan, 824 SPPG Berperan Serap Produk Lokal dan Dorong Ekonomi Petani

Dia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur BGN, mulai dari jajaran wakil kepala hingga para direktur dan deputi, menunjukkan adanya keseriusan dalam pelaksanaan program MBG di daerah. Hal itu juga diperkuat dengan keterbatasan personel yang tetap dapat dioptimalkan melalui kolaborasi lintas sektor.

Sujiwo mengungkapkan, saat ini di Kabupaten Kubu Raya telah terdapat 71 dapur mandiri yang mendukung pelaksanaan program MBG, serta 72 dapur lainnya yang diusulkan untuk wilayah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Dengan kehadiran BGN dan seluruh elemen terkait, tentu kita wajib menyukseskan program ini. Karena ini merupakan proyek strategis nasional dari Presiden,” katanya.

Lebih jauh, Sujiwo menilai Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi dan penurunan angka stunting, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah. Menurutnya, program tersebut mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat jika dikelola dengan baik.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Gandeng Forkopimda Kawal Program MBG Tepat Sasaran

“Di balik peningkatan gizi dan kualitas SDM, ada hal yang sangat penting, yaitu pergerakan ekonomi. Karena ada perputaran uang yang cukup besar masuk ke Kubu Raya,” jelasnya.

Karena itu, dia menekankan pentingnya strategi untuk memastikan agar perputaran uang dari program MBG dapat dinikmati masyarakat lokal. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok bahan pangan di daerah.

Sujiwo menyebut, kebutuhan menu MBG seperti ikan, daging ayam, daging sapi, telur, sayur-mayur hingga buah-buahan harus dipenuhi dari produksi lokal Kubu Raya. Dengan demikian, manfaat ekonomi program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita harus memastikan uang yang masuk tidak keluar lagi. Caranya dengan menyiapkan kebutuhan pangan itu sendiri di daerah,” tegasnya.

Dia mencontohkan, kebutuhan ikan seperti nila dan lele harus mulai dipetakan secara terstruktur oleh perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Perikanan, agar pasokan dapat tersedia secara berkelanjutan.

Menurutnya, perencanaan yang matang menjadi kunci keberhasilan pelibatan sektor lokal dalam program MBG. Meski secara konsep terlihat sederhana, pelaksanaannya di lapangan membutuhkan pengaturan yang terukur, termasuk melalui penjadwalan produksi pangan daerah.

“Teorinya mudah, tapi praktiknya perlu perencanaan yang matang, termasuk kalender produksi agar kebutuhan bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkas Sujiwo. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#sukseskan mbg #sujiwo #Pemkab Kubu Raya