PONTIANAK POST – Kabupaten Kubu Raya dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra pemasok pangan lokal di Kalimantan Barat. Potensi itu menjadi perhatian Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat yang melakukan kunjungan lapangan dan dialog bersama kelompok tani di Desa Rasau Jaya I, Rabu (13/5), untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungan tersebut, tim berdialog langsung dengan kurang lebih 50 anggota Gapoktan yang terdiri dari petani hortikultura, pekebun buah-buahan, kelompok tani sayuran, serta pelaku usaha pangan lokal lainnya.
Dialog difokuskan pada peluang dan kesiapan kapasitas pasok pangan lokal, penguatan rantai distribusi, pola kemitraan dengan SPPG, serta peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam rantai pasok MBG.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana menyampaikan Program MBG harus mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal, khususnya petani dan pelaku usaha desa.
Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Siapkan Tujuh Solusi untuk Warga Terdampak Arang Bakau Batu Ampar
“MBG tidak boleh hanya berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus menjadi penggerak ekonomi lokal dengan memastikan petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, dan BUMDes menjadi bagian utama rantai pasok pangan,” ucap Tengku Syahdana.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi awal dari komitmen bersama yang mengemuka dalam forum sebelumnya, yaitu prioritas penggunaan bahan pangan dari ekosistem ekonomi lokal SPPG sepanjang memenuhi standar mutu, keamanan pangan, kapasitas pasok, dan ketepatan distribusi.
Tengku Syahdana menambahkan selain penguatan rantai pasok lokal, kunjungan lapangan juga menegaskan komitmen bersama terhadap prinsip “tanpa toleransi terhadap keracunan pangan” dalam implementasi MBG.
“Oleh karena itu, penguatan keamanan pangan, hygiene sanitasi, SOP distribusi, traceability, dan pembinaan supplier lokal menjadi bagian penting dalam dialog bersama kelompok tani dan pelaku usaha pangan,” ungkapnya.
Kabupaten Kubu Raya dinilainya memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra pemasok pangan lokal di Kalbar, khususnya untuk komoditas hortikultura, buah-buahan, telur, tahu, tempe, dan sayur mayur yang selama ini telah menyuplai kebutuhan dapur SPPG.
Baca Juga: BPBD Kubu Raya Kenalkan Tugas Damkar dan Edukasi Kebencanaan kepada Siswa PAUD
“Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, SPPG, koperasi, BUMDes, KDMP, dan kelompok tani, diharapkan Program MBG tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ketahanan pangan dan transformasi ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Kubu Raya, Sujiwo juga telah menyampaikan model penguatan ekonomi daerah yang mana KDMP/koperasi diposisikan sebagai agregator pasokan pangan masyarakat, sementara BUMDes diarahkan menjadi penguat permodalan dan distribusi ekonomi desa. Model tersebut dinilai strategis karena mampu menjaga agar nilai tambah ekonomi tetap berputar di masyarakat lokal. (ash)
Editor : Hanif