Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kubu Raya Dorong Percepatan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Pengangguran

Ashri Isnaini • Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:30 WIB
Sekda Kubu Raya Yusran Anizam mendampingi Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya meninjau pembangunan dapur Program MBG di Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang, Rabu (13/5). (Prokopim Kubu Raya)
Sekda Kubu Raya Yusran Anizam mendampingi Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya meninjau pembangunan dapur Program MBG di Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang, Rabu (13/5). (Prokopim Kubu Raya)

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan salah satu program strategis nasional yang diyakini mampu memberikan dampak luas bagi daerah.

Tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak sekolah, MBG juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.

Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam mengatakan Pemkab Kubu Raya menilai MBG sebagai program yang memiliki efek berantai atau multiplier effect terhadap berbagai sektor. Karena itu, pemerintah daerah mendorong percepatan realisasi program agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“MBG ini sebagai offtaker, ini memberikan multiplier effect,” katanya saat mendampingi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, meninjau pembangunan dapur MBG di Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang, Rabu (13/5),

Baca Juga: Program MBG di Kalbar Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi Masyarakat Desa

Menurut Yusran, antusiasme Bupati Kubu Raya terhadap pelaksanaan MBG sangat besar. Pemkab berharap program tersebut dapat segera berjalan optimal di seluruh wilayah Kubu Raya.

“Makanya Pak Bupati sangat-sangat antusias dan berharap MBG di Kubu Raya bisa secepatnya sukses,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Kubu Raya telah memetakan sekitar 140 titik dapur MBG yang ditargetkan segera terealisasi. Dapur-dapur tersebut nantinya akan melayani kebutuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, serta anak-anak dalam fase seribu hari pertama kehidupan.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan di Kubu Raya.

“Saat ini, lebih kurang 140 titik dapur yang sudah dipetakan. Mudah-mudahan ini bisa segera terealisasi sehingga kebutuhan bukan hanya anak-anak sekolah, tapi juga terutama untuk ibu hamil, anak-anak yang seribu hari kehidupan dalam rangka mengatasi stunting,” jelasnya.

Baca Juga: Ribuan Pengunjung Padati PRP Pontianak, Omzet UMKM Kuliner Tembus Puluhan Juta

Selain persoalan stunting, Yusran mengungkapkan tingginya angka pengangguran terbuka juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kehadiran dapur MBG diyakini mampu membuka peluang kerja baru sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Di Kubu Raya angka stunting cukup tinggi. Makanya ini sangat diharapkan. Kemudian pengangguran terbuka kita tinggi sekali untuk ukuran Kalimantan Barat, kita di atas rata-rata,” katanya.

Dia menilai keberadaan dapur MBG nantinya tidak hanya berdampak terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi baru melalui penyerapan tenaga kerja, distribusi bahan pangan, hingga pemberdayaan pelaku usaha lokal.

“Ini akan membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat sampai ke desa-desa,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#program mbg #ekonomi desa #stunting #Pemkab Kubu Raya