PONTIANAK POST — Bupati Kubu Raya, Sujiwo menargetkan akan mengubah wajah Desa Batu Ampar menjadi lebih baik dalam watu setahun.
“Bukan desa yang kumuh, identik dengan kemiskinan, di sana-sini tungku arang. Saya hadir untuk memberikan solusi yang konkret, langkah-langkah yang langsung bisa kami aplikasikan,” ungkap Sujiwo saat berdialog dengan warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Selasa (19/5), terkait dampak penghentian aktivitas produksi arang bakau.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Pemkab Kubu Raya menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu masyarakat mendapatkan sumber penghasilan alternatif sekaligus menjaga kelestarian mangrove. Salah satunya melalui kerja sama dengan delapan perusahaan di Batu Ampar untuk membuka peluang kerja bagi warga terdampak.
Selain itu, pemkab mendorong program penanaman kelapa sebagai sumber ekonomi baru masyarakat pesisir serta rehabilitasi kawasan mangrove bersama Sampan atau Sahabat Masyarakat Pantai yang melibatkan warga sebagai tenaga kerja berbayar. Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan ruang publik untuk mendukung pelaku UMKM lokal.
Baca Juga: Peringatan Harkitnas ke 118, Wabup Kubu Raya Sebut Penguasaan Teknologi Kunci Kedaulatan Negara
“Perangkat daerah yang saya bawa semuanya harus bergerak, harus mengambil langkah-langkah strategis untuk memberikan solusi yang konkret, bukan omon-omon, bukan hanya wacana,” tegas Sujiwo.
Dia menegaskan penghentian produksi arang bakau dilakukan demi menyelamatkan ekosistem mangrove dari ancaman abrasi. Namun, upaya pelestarian lingkungan itu harus berjalan seiring dengan perlindungan ekonomi masyarakat. (ash)
Editor : Hanif