PONTIANAK POST — Suasana haru menyelimuti Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kubu Raya pada Rabu (27/5/26). Di tengah jeruji besi dan keterbatasan ruang, momentum Iduladha 1447 Hijriah menghadirkan momen emosional ketika para tahanan dipertemukan kembali dengan keluarga mereka melalui jam besuk khusus.
Para tahanan yang tengah menjalani proses hukum tampak larut dalam haru saat bertemu keluarga tercinta. Tangis pecah ketika pelukan hangat menjadi pengganti sementara dari jarak yang biasanya tak terjembatani.
Kebijakan jam besuk khusus ini membuat suasana rutan berubah sesaat. Dinding pembatas seolah runtuh oleh rasa rindu yang lama tertahan.
Kebijakan Humanis di Hari Raya Iduladha
Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsie Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk pendekatan kemanusiaan di hari besar keagamaan.
“Karena ini merupakan hari besar keagamaan, kami memberikan dispensasi khusus kepada seluruh tahanan untuk menerima kunjungan keluarga di luar jam besuk normal,” ujar Ade.
Menurut pihak kepolisian, kebijakan ini tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga kebutuhan psikologis para tahanan agar tetap merasakan kehadiran keluarga di momen keagamaan.
Pengamanan Ketat Tetap Diterapkan
Meski memberikan kelonggaran, pihak kepolisian tetap menerapkan pengamanan berlapis untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Langkah-langkah pengamanan meliputi penambahan personel penjagaan, pemeriksaan ketat barang bawaan, hingga pengaturan alur kunjungan agar tidak terjadi penumpukan massa.
“Kami tetap melakukan pemeriksaan lebih intensif terhadap seluruh barang bawaan… termasuk melakukan penebalan dan penjagaan,” tegas Ade.
Pelaksanaan jam besuk khusus Iduladha di Rutan Polres Kubu Raya menjadi potret bahwa penegakan hukum tetap dapat berjalan berdampingan dengan nilai kemanusiaan.
Di balik jeruji besi, momen singkat itu menjadi ruang penghapus jarak antara keluarga dan para tahanan, meski hanya untuk sementara waktu. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro