PONTIANAK POST – Seorang pemancing bernama Iqbal (29), warga Desa Selat Remis, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dilaporkan hilang setelah sampan motor yang ditumpanginya terbalik di perairan Sungai Laut Tanjung Bunga pada Jumat malam (29/5). Hingga Sabtu (30/5), Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Korban diduga terjatuh ke perairan saat cuaca buruk melanda kawasan tersebut. Hujan lebat dan angin kencang dilaporkan terjadi ketika Iqbal bersama rekan-rekannya sedang memancing di perairan Sungai Kapuas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dan langsung mengerahkan personel untuk melakukan operasi pencarian.
“Pada 30 Mei 2026, Kantor SAR Pontianak memberangkatkan satu tim rescue menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang,” ujar Junetra, Minggu (31/5).
Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian serta area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Iqbal berangkat memancing sekitar pukul 18.30 WIB bersama tiga rekannya menggunakan dua sampan kato. Mereka berangkat melalui Parit Taher menuju perairan Sungai Kapuas.
Sekitar pukul 19.48 WIB, istri korban sempat menghubungi salah satu rekan korban melalui aplikasi WhatsApp dan meminta agar Iqbal segera pulang. Namun pesan tersebut tidak mendapat respons.
Pada waktu yang sama, cuaca di lokasi dilaporkan memburuk. Hujan deras disertai angin kencang membuat kondisi perairan menjadi berisiko bagi aktivitas nelayan dan pemancing.
Satu sampan yang ditumpangi dua rekan korban berhasil kembali lebih dahulu ke darat. Sementara sampan yang ditumpangi Iqbal dan rekannya, Bima (32), diduga terbalik sekitar pukul 20.00 WIB akibat cuaca buruk.
Bima berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh keluarga dan warga sekitar pukul 23.00 WIB. Namun hingga kini Iqbal belum ditemukan.
Keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian sejak malam kejadian. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan yang melibatkan Kantor SAR Pontianak, unsur terkait, dan masyarakat setempat.
Di balik operasi pencarian yang berlangsung, keluarga korban masih menunggu kabar tentang keberadaan Iqbal. Setiap penyisiran yang dilakukan tim menjadi harapan baru bagi keluarga yang sejak malam kejadian terus memantau perkembangan pencarian.
Iqbal diketahui merupakan warga Jalan Merdeka, Dusun Swadaya RT 005/RW 002, Desa Selat Remis, Kecamatan Teluk Pakedai. Sementara Bima yang selamat merupakan rekan korban saat memancing.
“Pencarian terus dilakukan dengan harapan korban dapat segera ditemukan,” kata Junetra.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di sungai maupun perairan terbuka. Cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi nelayan dan pemancing. (ash)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro