PONTIANAK POST - Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, mengajak aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kubu Raya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui langkah sederhana, yakni menanam cabai untuk memperkuat ketahanan pangan dan membantu menekan inflasi.
Ajakan tersebut disampaikan Akmal saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (1/6). Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai teks atau hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Tanam Cabai Dinilai Bisa Menekan Inflasi
Akmal menilai gerakan menanam cabai dapat menjadi contoh sederhana implementasi nilai Pancasila, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
"Pancasila itu tidak hanya sebatas dibaca di teks, tapi kita laksanakan dalam keseharian kita. Dan kita mulai dengan memberikan percontohan untuk membangun ketahanan pangan," ujarnya.
Baca Juga: Mengungkap Fakta Hari Lahir Pancasila dan Jejak Sejarahnya
Ia kemudian menggambarkan potensi produksi yang dapat dihasilkan apabila seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berpartisipasi dalam gerakan tersebut.
Dengan jumlah ASN sekitar 5.000 orang, setiap pegawai cukup menanam satu pohon cabai. Menurut Akmal, satu tanaman cabai dapat menghasilkan sekitar 1,4 kilogram cabai.
"Bayangkan satu pegawai menanam satu cabai. Lima ribu cabai. Satu cabai bisa menghasilkan 1,4 kilogram. Bayangkan berapa ton cabai. Kita tidak akan inflasi lagi," katanya.
Selain cabai, ia mendorong pemanfaatan pekarangan untuk menanam komoditas lain seperti terong dan berbagai tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Implementasi Pancasila Dimulai dari Langkah Sederhana
Menurut Akmal, pelaksanaan sila kelima Pancasila tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia tidak harus diwujudkan melalui program besar dan rumit.
Ia menegaskan bahwa perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu.
"Melaksanakan Pancasila itu tidak usah rumit-rumit. Mulai saja dari diri kita sendiri. Pak Wakil dan Forkopimda akan mengoptimalkan gerakan ini. Mari ASN juga melakukan yang sama," ajaknya.
Akmal juga menekankan pentingnya memperkuat sektor hilir melalui pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.
Dorong Hilirisasi dan Produk Lokal Masuk Hotel
Selain budidaya pertanian, Akmal mendorong pengembangan industri pengolahan hasil pertanian lokal. Ia mencontohkan cabai yang tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah seperti sambal kemasan.
Produk tersebut, menurutnya, dapat dipasarkan ke berbagai sektor usaha, termasuk industri perhotelan.
"Ini kan adil bagi masyarakat kecil," tuturnya.
Baca Juga: Hari Lahir Pancasila 2026 di Sintang Satukan Pemerintah, Sekolah dan Masyarakat
Langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat dan pelaku usaha mikro.
Pemkab Kubu Raya Siap Perkuat UMKM
Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menyambut positif gagasan yang disampaikan Dirjen Polpum Kemendagri tersebut. Ia menilai implementasi nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM.
Saat ini, Kabupaten Kubu Raya memiliki sekitar 39 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan dukungan lebih besar agar mampu berkembang dan memperluas pasar.
Menurut Sukiryanto, ASN juga dapat berperan sebagai penggerak ekonomi dengan menciptakan aktivitas produktif di luar tugas kedinasan.
"ASN itu tidak hanya bisa ke kantor, pulang bisa berusaha untuk memberikan manfaat. Pak Dirjen memberi contoh bahwa harus ada perda yang mewajibkan hotel menyiapkan hasil UMKM. Jangan hanya sediakan Nescafe dan kue buatan luar negeri. Biar tamu hotel merasakan produk kita, itulah keadilan sosial," katanya.
Ia berharap semangat Hari Lahir Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.(ash)
Editor : Uray Ronald