Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BPS dan Pemkab Kubu Raya Mulai Pendataan Ekonomi Hingga Tingkat Desa

Ashri Isnaini • Senin, 15 Juni 2026 | 10:16 WIB
Wabup Kubu Raya, Sukiryanto bersama Plt Kepala BPS Kubu Raya, Supandi melepas 511 petugas Sensus Ekonomi 2026 di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (11/6). (ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST)
Wabup Kubu Raya, Sukiryanto bersama Plt Kepala BPS Kubu Raya, Supandi melepas 511 petugas Sensus Ekonomi 2026 di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (11/6). (ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST – Sebanyak 511 petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026 resmi dilepas Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk melakukan pendataan usaha menengah, kecil, mikro, serta rumah tangga pelaku usaha di seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Para petugas tersebut akan menjalankan tugas mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Mereka akan menyebar ke sembilan kecamatan dan 123 desa untuk menghimpun data kondisi ekonomi masyarakat secara langsung di lapangan.

Pelepasan petugas sensus dilakukan Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (11/6). Sukiryanto mengatakan Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam menyediakan data akurat mengenai kondisi perekonomian daerah.

Menurut dia, hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi pijakan pemerintah dalam menentukan arah pembangunan, menyusun kebijakan ekonomi, hingga merancang program yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga: BPS Kubu Raya Rekrut 511 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 Mulai Juni Mendatang

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama BPS baru saja melaksanakan pencanangan dan pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026. Alhamdulillah, sebanyak 511 petugas akan mulai turun ke lapangan pada 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang. Mudah-mudahan melalui sensus ini kita dapat mengetahui kondisi ekonomi daerah secara lebih komprehensif,” ujar Sukiryanto.

Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kubu Raya saat ini masih menunjukkan tren positif dengan capaian di atas 5,30 persen. Pemerintah daerah berharap angka tersebut dapat terus dipertahankan meskipun kondisi ekonomi global dan nasional masih menghadapi berbagai tantangan.

“Kita bersyukur pertumbuhan ekonomi Kubu Raya masih berada di atas 5,30 persen. Dengan berbagai dinamika ekonomi yang terjadi, kita berharap Kubu Raya tetap mampu mempertahankan pertumbuhan tersebut,” katanya.

Sukiryanto menjelaskan, salah satu kekuatan ekonomi Kubu Raya berasal dari sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. Saat ini terdapat sekitar 27 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut, selain didukung perkebunan masyarakat dan berbagai sektor usaha lainnya.

Menurutnya, data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai potensi dan tantangan ekonomi daerah. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan sektor yang perlu diperkuat maupun dikembangkan.

Baca Juga: Paradoks Kalbar: Sumber Daya Alam Melimpah tetapi Pengangguran Naik, Ini dari Data BPS

“Data yang diperoleh akan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan, perubahan, dan peningkatan pada sektor-sektor yang paling tepat sesuai kondisi saat ini. Dari hasil pendataan inilah nantinya kita dapat menyusun langkah-langkah pembangunan ekonomi Kubu Raya ke depan secara lebih terarah,” paparnya.

Untuk memastikan pelaksanaan sensus berjalan optimal, Sukiryanto meminta dukungan seluruh jajaran pemerintah kecamatan dan desa. Ia berharap camat, kepala desa, kepala dusun, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ikut membantu petugas selama proses pendataan berlangsung.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah tingkat bawah penting untuk memastikan petugas dapat menjangkau seluruh wilayah serta memperoleh data yang akurat.

“Saya berharap para camat di sembilan kecamatan, kepala desa di 123 desa, termasuk kepala dusun dan BPD dapat ikut membantu menyukseskan kegiatan ini. Bahkan bila perlu ikut mendampingi petugas di lapangan agar pendataan berjalan lancar dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya,” ucapnya.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kubu Raya, Supandi menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki mekanisme berbeda dibandingkan sensus sebelumnya.

Baca Juga: Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba, Polres Kubu Raya Musnahkan 50,06 Gram Sabu

Pendataan terhadap usaha besar dilakukan langsung oleh petugas organik BPS mulai 1 hingga 30 Juni 2026. Sementara pendataan usaha menengah, kecil, mikro, dan rumah tangga dilakukan oleh petugas mitra BPS melalui metode kunjungan langsung atau door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

“Sebanyak 511 petugas telah kami siapkan. Mereka terdiri dari sekitar 60 orang pengawas atau pemeriksa lapangan dan 451 petugas pencacah lapangan. Seluruhnya akan melakukan pendataan secara serentak di wilayah Kabupaten Kubu Raya selama kurang lebih dua setengah bulan,” jelas Supandi.

Dia memastikan seluruh wilayah yang terdiri dari 123 desa akan menjadi sasaran pendataan. Setiap petugas lapangan rata-rata akan mendata lima hingga delapan rumah tangga atau pelaku usaha setiap hari.

Supandi menambahkan, data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya berfungsi untuk mengetahui jumlah dan persebaran aktivitas ekonomi masyarakat. Lebih dari itu, data tersebut juga akan membantu pemerintah melihat sektor usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja serta potensi ekonomi yang masih dapat dikembangkan.

“Melalui data Sensus Ekonomi ini pemerintah dapat melihat potensi daerah yang masih bisa dikembangkan, menarik investasi yang sesuai, serta memperbarui data sosial ekonomi masyarakat agar kebijakan yang diambil semakin tepat sasaran,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#usaha masyarakat #Pemkab Kubu Raya #Sensus Ekonomi 2026 #BPS Kubu Raya #bpd