Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Dampak PH Air Turun Drastis, Bupati Sujiwo Panen Dini Ribuan Ikan Nila

Ashri Isnaini • Rabu, 24 Juni 2026 | 19:44 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo memantau panen dini ikan nila di kanal ikan Kompleks Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (22/6). Panen dilakukan akibat penurunan pH air yang dipicu tingginya curah hujan sehingga mengancam kelangsungan hidup ikan
Bupati Kubu Raya, Sujiwo memantau panen dini ikan nila di kanal ikan Kompleks Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (22/6). Panen dilakukan akibat penurunan pH air yang dipicu tingginya curah hujan sehingga mengancam kelangsungan hidup ikan

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, Sujiwo  melakukan panen dini ikan nila yang dibudidayakan di kanal ikan kompleks Kantor Bupati Kubu Raya. Langkah tersebut dilakukan menyusul perubahan kualitas air akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan kadar keasaman meningkat dan kadar pH air menurun.

Kata Sujiwo, mengatakan kondisi tersebut membuat ikan mengalami stres akibat berkurangnya kadar oksigen dalam air. 

Akibatnya, sebagian ikan yang sebelumnya dibudidayakan mengalami kematian.

“Karena curah hujan tinggi, kadar asamnya meningkat sehingga pH air menurun. 

Kondisi seperti itu membuat banyak ikan mabuk karena kekurangan oksigen,” ujar Sujiwo,Senin (22/6) saat memantau panen ikan nila di kanal ikan Kantor Bupati Kubu Raya.

Menurut dia, perubahan kualitas air tersebut juga sebelumnya berdampak pada ikan mas yang dibudidayakan di lokasi berbeda. Lebih dari 10 ribu ekor ikan mas dilaporkan mati akibat kondisi lingkungan air yang tidak ideal.

“Kemarin ikan mas kita lebih dari 10 ribu mati. Karena itu, untuk ikan nila ini kita panen lebih awal sebelum kondisinya semakin parah,” katanya.

Sujiwo menjelaskan, ikan nila membutuhkan kondisi air dengan tingkat keasaman atau pH tertentu agar dapat tumbuh optimal. 

Namun, berdasarkan pengukuran sementara, pH air di kanal tersebut mengalami penurunan hingga berada di angka sekitar 4,7, jauh di bawah kondisi ideal bagi ikan.

“Padahal ikan ini pH-nya harus di atas 6, idealnya sekitar 6,5. Sekarang turun menjadi sekitar 4,7, sehingga tidak memungkinkan untuk dipertahankan dalam kondisi seperti ini,” jelasnya.

Selain faktor perubahan kualitas air, Sujiwo juga menilai kepadatan ikan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Di salah satu bagian kanal, terdapat sekitar 10 ribu ekor ikan nila yang dinilai terlalu padat sehingga perlu dilakukan pemindahan dan pembagian ke area lain.

 “Kita panen dulu, daripada nanti semuanya mati. Kita bagikan saja. Ini rezeki untuk semuanya. Nanti kita coba lagi,” tuturnya.

Sujiwo memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan kanal ikan tersebut, terutama terkait pengaturan kepadatan ikan dan kualitas air agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Jangan sampai putus asa. Ke depan evaluasi dan kita atur lagi bagaimana pengelolaannya supaya lebih baik,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#Curah Hujan Tinggi #panen ikan #Bupati Kubu Raya #sujiwo #Kantor Bupati Kubu Raya