PONTIANAK POST – Di balik suasananya yang kini sunyi dan terbengkalai, Wisata Tebiar di Desa Sungai Bembang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ternyata menyimpan kisah yang hingga kini masih menjadi perbincangan sebagian masyarakat.
Lokasi yang dahulu dikenal sebagai salah satu tempat rekreasi keluarga itu kini berubah drastis. Bangunan-bangunan yang pernah ramai didatangi pengunjung tampak tak lagi terawat. Area yang dulunya menjadi taman bermain kini dipenuhi semak, sementara sebagian kawasan telah dimanfaatkan sebagai lokasi peternakan burung walet.
Informasi mengenai tempat bekas liburan ini dibagikan oleh akun TikTok @borneoparamitoz, yang mengulas sejarah singkat kawasan Wisata Tebiar.
Baca Juga: Bukit Vandering Bengkayang, Jejak Pos Pengintaian Belanda yang Diselimuti Beragam Cerita Misteri
Dahulu Menjadi Tempat Rekreasi Favorit
Menurut informasi yang dibagikan akun tersebut, Wisata Tebiar pernah menjadi destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi masyarakat Kubu Raya maupun warga dari daerah lain di Kalimantan Barat.
Pada masa kejayaannya, kawasan ini menjadi pilihan warga untuk menghabiskan akhir pekan maupun hari libur bersama keluarga. Berbagai wahana permainan tersedia dan menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.
Baca Juga: Menyusuri Jejak Perantau Hadramaut Yaman yang Membangun Kerajaan Kubu di Kalbar
Namun seiring waktu, aktivitas wisata di lokasi tersebut perlahan berhenti hingga akhirnya kawasan itu terbengkalai.
Kisah Tragis yang Masih Dikenang
Di balik perubahan itu, beredar cerita mengenai sebuah peristiwa tragis yang pernah terjadi di kawasan taman permainan tersebut.
Baca Juga: Permainan Jage Telok Buaya, Warisan Budaya dari Pesisir Teluk Pakedai yang Nyaris Hilang
Berdasarkan penuturan dalam unggahan akun @borneoparamitoz, seorang wanita dilaporkan pernah mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di area taman bermain Wisata Tebiar.
Dalam video tersebut disebutkan lokasi tempat peristiwa itu terjadi masih dapat dikenali. Bahkan disebutkan pula masih terdapat sisa tali yang dikaitkan dengan kejadian tersebut.
Namun demikian, tidak dijelaskan secara rinci mengenai identitas wanita tersebut, waktu kejadian, maupun penyebab yang melatarbelakangi peristiwa itu. Hingga kini, belum ditemukan keterangan resmi dari pihak berwenang yang dapat mengonfirmasi detail kejadian tersebut.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu
Kini Beralih Fungsi Menjadi Kawasan Walet
Seiring tidak lagi beroperasinya kawasan wisata, sebagian bangunan di Wisata Tebiar kini dimanfaatkan sebagai tempat peternakan burung walet.
Suasana yang dulunya dipenuhi tawa pengunjung kini berubah menjadi kawasan yang sepi. Bangunan yang tersisa tampak mengalami kerusakan akibat tidak lagi mendapatkan perawatan.
Meski demikian, keberadaan Wisata Tebiar masih sering menarik perhatian para pemburu konten sejarah lokal, penikmat wisata terbengkalai (abandoned tourism), hingga kreator yang mengulas cerita-cerita yang berkembang di tengah masyarakat.
Perlu Bijak Menyikapi Cerita yang Beredar
Cerita mengenai peristiwa tragis di Wisata Tebiar merupakan bagian dari narasi yang beredar di masyarakat dan kembali diangkat melalui media sosial. Karena keterbatasan informasi resmi, kisah tersebut sebaiknya disikapi secara bijak dan tidak dijadikan dasar untuk menyimpulkan hal-hal yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Baca Juga: Ingin Liburan Hemat ? Deratan Wisata Alam di Singkawang Ini Bisa Jadi Pilihan
Terlepas dari kisah yang berkembang, Wisata Tebiar menjadi salah satu contoh destinasi yang pernah berjaya sebelum akhirnya ditinggalkan dan berubah fungsi, meninggalkan jejak sejarah yang masih menarik perhatian hingga sekarang.
Editor : Silvina