PONTIANAK POST– Menurunnya produktivitas sektor pertanian dalam empat tahun terakhir menjadi perhatian Bupati Kubu Raya, Sujiwo. Ia meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memperkuat pendampingan kepada petani dengan lebih banyak turun langsung ke lapangan.
Menurut Sujiwo, kehadiran pemerintah di tengah petani diperlukan untuk mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari kebutuhan sarana produksi hingga pengendalian hama.
Penegasan tersebut disampaikan Sujiwo saat menghadiri Panen Raya Kelompok Tani Tunas Harapan I dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Kubu Raya sekaligus Syukuran Panen Padi Gadu di lahan seluas sekitar enam hektare di Parit Ngabeh, Jalan Angkasa Pura II, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Selasa (14/7).
"Panen raya di Parit Ngabeh ini luasannya kurang lebih enam hektare dengan varietas padi umur empat bulan. Hasilnya lumayan. Kehadiran saya bersama Kadis Pertanian harapannya bisa membangun kembali semangat petani," kata Sujiwo.
Sujiwo mengungkapkan, salah satu faktor yang menyebabkan sektor pertanian mengalami penurunan adalah semakin masifnya alih fungsi lahan. Sejumlah petani beralih dari tanaman pangan maupun hortikultura ke komoditas kelapa sawit karena dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.
Ia menilai keputusan tersebut tidak dapat disalahkan karena berkaitan dengan upaya masyarakat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat. Dengan menanam sawit mereka bisa menyekolahkan anak. Kalau negara melihatnya, pada akhirnya tujuannya untuk kesejahteraan," ujarnya.
Meski demikian, Sujiwo menilai pemerintah perlu hadir memberikan dukungan agar sektor pertanian tetap memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia meminta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kubu Raya bersama jajaran penyuluh pertanian memperkuat pendampingan kepada kelompok tani.
"Saya minta tolong dengan Kadis Pertanian, banyakkan di lapangan. Hadir ke petani, kelompok tani, ditanya apa persoalannya. Apa yang perlu kita bantu, apakah pupuk, pestisida, pengendalian hama, alsintan, dan lain sebagainya," tegasnya.
Baca Juga: Respons Cepat Cegah Karhutla Meluas di Kubu Raya, Warga Diimbau Tetap Waspada
Selain penguatan pendampingan, Sujiwo menekankan pentingnya pemetaan lahan pertanian produktif dan kelompok tani yang masih aktif. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar program bantuan pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.
"Kuncinya di situ. Petakan lahan yang benar-benar produktif dan harus dipertahankan. Kelompok tani yang aktif juga harus mendapat perhatian dan dukungan," katanya.
Sujiwo juga merespons usulan bantuan alat dan mesin pertanian dari Kelompok Tani Tunas Harapan I. Ia memastikan bantuan hand tractor rotary akan direalisasikan melalui APBD Perubahan dan diserahkan pada September 2026.
Pada kegiatan tersebut, pemkab juga menyerahkan bantuan rodentisida untuk pengendalian hama tikus kepada kelompok tani.
Baca Juga: Petani Ketapang Mampu Panen Padi Tiga Kali Setahun, Pemkab Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Selain meningkatkan produktivitas budidaya, Sujiwo mendorong pengembangan hilirisasi hasil pertanian, khususnya komoditas hortikultura dan buah-buahan. Menurutnya, pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah dapat menjadi solusi ketika harga komoditas mengalami penurunan saat musim panen raya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kubu Raya, Agus Siswandi, mengatakan kawasan pertanian Parit Ngabeh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra pangan sekaligus kawasan agrowisata.
"Kami sudah berdiskusi dengan Pak Bupati. Ke depan kawasan ini akan didorong menjadi kawasan wisata pertanian sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh pendapatan dari hasil panen, tetapi juga dari sektor pariwisata," tutupnya. (ash)
Editor : Hanif