PONTIANAK POST – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU di kawasan pinggiran Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, mengalami gangguan sejak Minggu (26/7) malam, Sungai Kakap.
Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang masih memiliki stok Pertalite. Sementara itu, kios BBM eceran, baik yang menggunakan mesin pertamini maupun jeriken, juga banyak yang kehabisan persediaan.
Di SPBU kawasan Pal 9, Jalan Raya Sungai Kakap, Kubu Raya, penjualan Pertalite terhenti sejak selepas Magrib karena stok habis. Hingga Senin (27/7) sekitar pukul 14.00 WIB, SPBU tersebut masih belum melayani pengisian Pertalite lantaran pasokan masih dalam proses pengiriman. Selama menunggu distribusi tiba, operasional SPBU juga belum dibuka.
Akibatnya, pengendara yang hendak mengisi Pertalite terpaksa mencari SPBU lain yang masih memiliki persediaan.
Gangguan pasokan juga berdampak pada kios BBM eceran di sekitar kawasan Pal 9. Sebagian besar kios tutup karena kehabisan stok Pertalite. Sementara itu, satu kios yang masih beroperasi menjual Pertalite dengan harga mencapai Rp15.000 per liter, jauh di atas harga eceran normal.
Pantauan di SPBU kawasan Pal 5, Jalan Husein Hamzah, Kota Pontianak, pada Senin (27/7) sekitar pukul 14.30 WIB menunjukkan antrean kendaraan mulai mengular. Barisan mobil tampak memanjang hingga keluar area SPBU, sedangkan antrean sepeda motor telah melewati pintu masuk lokasi pengisian BBM.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab keterlambatan distribusi yang mengakibatkan pasokan Pertalite di sejumlah SPBU tersebut terganggu. Masyarakat berharap distribusi dapat segera kembali normal agar aktivitas warga tidak terganggu dan antrean kendaraan di SPBU segera terurai. (mse)
Editor : Miftahul Khair