PONTIANAK POST - Warga Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya terus menantikan berdirinya bangunan sekolah di desa yang terbentuk sejak tahun 2013 lalu itu.
Kepala Desa Medan Mas, Dharma Wira membenarkan belum adanya sarana pendidikan di desa tersebut. Bahkan untuk sekolah dasar.
Selama ini, ratusan anak yang berada di desa Medan Mas harus menempuh pendidikannya ke desa terdekat, yakni Desa Padang Tikar II.
Baca Juga: 270 Anak Pontianak Mulai Menempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat
"Jarak antara rumah dengan desa tetangga itu cukup jauh. Tidak semua orang tua leluasa untuk mengantar jemput anak. Kadang anak-anak pulang sekolah menumpang motor Tossa warga yang melintas," ungkapnya.
Usulan pendirian sekolah telah diajukan pemerintah desa ke Dinas Pendidikan pada tahun 2023. Bahkan, pihaknya juga telah menyiapkan lahan dan tenaga pengajar. Namun, lanjut Wira hingga saat ini belum mendapatkan respon.
"Untuk lahan sudah kami siapkan. Terkait tenaga pengajar, kami sudah menyiapkan tenaga pengajar, walaupun dengan cara pengabdian. Sarjana-sarjana pendidikan telah kami siapkan. Mudah-mudahan ini bisa diatensi oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya," ungkapnya.
Berdasarkan pendataan yang pernah ia lakukan, ada 185 anak di desa ini yang menempuh pendidikan sekolah. Data ini, kata Wira bersifat dinamis. Namun ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran memperoleh pendidikan di desa ini cukup tinggi.
Baca Juga: Kemensos Target Bangun Sekolah Rakyat di Landak pada Oktober 2026, Syarat Administrasi Sudah Lengkap
Selain membuka akses pendidikan yang dekat bagi warga, keberadaan sarana pendidikan penting untuk Indeks Desa Membangun (IDM), terutama dalam meningkatkan Ketahanan Sosial.
"Harapan kami pertama kepada Pemda Kabupaten Kubu Raya, bagaimana untuk mengatensi ataupun melaksanakan kegiatan pembangunan sarana-sarana sekolah dasar ini di Desa Medan Mas. Ini menjadi kebutuhan untuk IDM desa kami,” pungkas Wira penuh harap. (mrd)
Editor : Miftahul Khair