Satu Dekade Menanti, Kubu Raya Akhirnya Juara Umum MTQ Kalbar

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 13:50 WIB
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengangkat trofi juara umum MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Kabupaten Kayong Utara. Ist.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengangkat trofi juara umum MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Kabupaten Kayong Utara. Ist.

 

PONTIANAK POST – Puncak MTQ ke- XXXIV Kalimantan Barat akhirnya kembali menjadi milik Kubu Raya. Setelah terakhir mengangkat trofi juara umum pada 2016, Kubu Raya mengakhiri penantian satu dekade dengan merebut gelar tertinggi pada MTQ XXXIV di Kabupaten Kayong Utara.

Usai menerima piala juara umum di Panggung Utama MTQ, Selasar Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kayong Utara, Sabtu (8/8) malam, Bupati Kubu Raya, Sujiwo  mengatakan keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian di arena perlombaan. Ada rasa haru dan bahagia yang dirasakan bersama jajaran pemerintah daerah serta masyarakat Kubu Raya.

“Yang pertama, tentunya saya sebagai Bupati bersama jajaran dan seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya penuh haru dan bahagia,” ujar Sujiwo.

Sujiwo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi mengantarkan Kubu Raya kembali ke puncak dalam ajang MTQ tersebut. Menurut dia, prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan para qori dan qoriah, seluruh kafilah, tim seleksi, LPTQ, serta berbagai pihak lainnya.

“Khususnya saya bersama seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga, terutama kepada qori dan qariah, seluruh kafilah, kemudian tim seleksi, kemudian LPTQ, dan semua pihak yang turut berperan menghantarkan Kubu Raya yang pada akhirnya selama kurang lebih 10 tahun kita bisa menjadi juara umum,” katanya.

Sujiwo mengaku sejak awal tidak membebani kafilah dengan target juara umum. Dia memilih seluruh proses dijalani dengan ikhtiar maksimal, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.

“Saya tidak pasang target. Saya berpasrah dan tawakal. Ternyata ketika kita berpasrah diri, kemudian tidak pasang target, ini yang membuat mungkin anak-anak kita (kafilah) juga tidak mempunyai beban,” tuturnya.

Menurut Sujiwo, pendekatan tersebut membuat para kafilah dapat mengikuti perlombaan dengan lebih lepas tanpa tekanan berlebihan. Persiapan dan ikhtiar dilakukan sebaik mungkin, sedangkan hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.

“Selain memang ini qadarullah, takdirnya Allah, tetapi pasti adalah ikhtiar. Makanya kemarin saya tidak pasang target. Ada titik kepasrahan. Kita yakin ketika kita sudah ikhtiar maksimal, kemudian kita serahkan kepada yang di atas, dan ini takdirnya kita dijadikan juara,” katanya.

Namun, Sujiwo menegaskan, gelar juara umum tidak boleh berhenti sebagai sebuah trofi. Prestasi tersebut harus menjadi momentum untuk semakin menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Kubu Raya.

“Hal yang terpenting adalah bagaimana juara yang hakiki dan sejati adalah ketika nanti di Kubu Raya itu nilai dan norma Alquran dapat kita pengejawantahkan, kita hayati, kemudian kita amalkan bersama dalam kehidupan kita sehari-hari,” ucapnya. (ash)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Juara Umum MTQ kayong utara sujiwo kubu raya