PONTIANAK POST – Kolaborasi Indonesia-Malaysia kembali diwujudkan melalui misi sosial di bidang kesehatan. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menjadi tuan rumah Khitanan Nusantara Program Khidmat Masyarakat dan Bantuan Khitanan Percuma yang digelar di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (14/8).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Pertubuhan Penolong Pegawai Perubatan Terengganu Assistant Medical Office Malaysia dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya. Sebanyak 91 anak mengikuti khitanan gratis dalam kegiatan tersebut.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan misi kemanusiaan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Dia mengapresiasi tim medis dan delegasi dari Terengganu, Malaysia, yang memilih Kubu Raya sebagai tuan rumah pelaksanaan Khitanan Nusantara.
Baca Juga: Dua Bulan Kekeringan, Distribusi Air Bersih Jangkau 208 Warga di Kubu Raya
Menurut dia, kegiatan Khitanan Nusantara tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang kesehatan. Program serupa juga disebut sebagai yang pertama kali digelar di Kalimantan Barat.
"Terengganu itu salah satu kesultanan di Malaysia yang hari ini membawa misi kemanusiaan dan memberikan kepercayaan kepada Kubu Raya untuk menjadi tuan rumah dalam rangka Khitanan Nusantara," ujarnya.
Program tersebut awalnya menargetkan 150 peserta. Namun, dari proses pendataan dan pendaftaran, jumlah anak yang mengikuti khitanan tercatat 91 orang.
"Ditargetkan 150 anak yang akan dikhitan. Hanya memang kemarin pada hari ulang tahun pemda kita juga melaksanakan khitanan. Alhamdulillah, sekarang bisa 91 anak," katanya.
Baca Juga: Diperkuat Pasukan TNI-Polri, Paskibraka Kubu Raya Siap Kibarkan Bendera HUT ke-81 RI
Karena itu, Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada para dokter, tenaga kesehatan, serta pihak swasta dari Terengganu yang turut mendukung kegiatan tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada dato’-dato’, kepada para dokter, tim, investor. Karena ini juga ada investor-investor dari Terengganu, Malaysia yang ikut hadir di sini," ujarnya.
Lebih jauh, Sujiwo menyebut hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan hubungan dengan negara lain. Kedua negara memiliki kedekatan sejarah, bahasa, dan budaya sebagai negara serumpun.
Kesamaan bahasa dan budaya, kata dia, menjadi modal penting untuk membangun hubungan yang lebih erat. Bahasa Indonesia dan bahasa Melayu di Malaysia memiliki akar yang sama, meski dalam perkembangannya terdapat perbedaan dalam penyebutan maupun penggunaan.
Karena itu, Sujiwo berharap hubungan kedua negara tidak sekadar bersifat formal, tetapi mampu menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Petugas Karhutla Kubu Raya Diperiksa Kesehatannya Setelah Berjuang Keras Padamkan Api
"Jadi, banyak kesamaan karena memang kita negara serumpun antara Indonesia dengan Malaysia. Maka mesti betul-betul kita menjadi sahabat, menjadi keluarga yang membawa manfaat," katanya.
Dia mengibaratkan hubungan tersebut sebagai simbiosis mutualisme, yakni kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Sujiwo mengatakan, peluang kerja sama tersebut semakin terlihat setelah dirinya menghadiri kegiatan di Sarawak dan menjadi keynote speaker. Dari kunjungan tersebut, dia melihat banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia.
Berbagai peluang itu selanjutnya perlu diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang berorientasi pada kepentingan publik. "Yang akhirnya tujuan utamanya kita membantu untuk kepentingan publik, kepentingan masyarakat," pungkasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair