Kemarau Panjang dan Karhutla di Kubu Raya: Ratusan Warga Bertahan dengan Bantuan Air Bersih

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:55 WIB
Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama personel BPBD Kalbar, TNI, Polri, PMI, dan relawan berjibaku memadamkan karhutla yang hanya berjarak sekitar dua meter dari rumah warga di Komplek Bumi Serdam Indah, Sungai Raya, Sabtu (25/7/2026).
Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama personel BPBD Kalbar, TNI, Polri, PMI, dan relawan berjibaku memadamkan karhutla yang hanya berjarak sekitar dua meter dari rumah warga di Komplek Bumi Serdam Indah, Sungai Raya, Sabtu (25/7/2026).

 

PONTIANAK POST – Kemarau panjang mulai menyulitkan warga Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mendapatkan air bersih. Sebanyak 115 kepala keluarga atau sekitar 230 jiwa terdampak menurunnya ketersediaan sumber air.

Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak bersama PMI Kalimantan Barat menyalurkan 10.000 liter air bersih dan air minum kepada warga.

Air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari minum, memasak hingga kebutuhan rumah tangga.

Ketika Sumber Air Mulai Menipis

Minimnya curah hujan selama musim kemarau membuat ketersediaan air di wilayah tersebut menurun. Bagi warga, persoalannya bukan sekadar cuaca panas, tetapi bagaimana memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.

Satu pasokan air menjadi sangat berarti ketika sumber air yang biasa digunakan warga tidak lagi mencukupi.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kementeriannya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Dody.

Air Bersih Menjadi Kebutuhan Mendesak

Distribusi air dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kering.

Namun, bantuan air bersih bersifat sementara. Ketahanan warga menghadapi musim kemarau membutuhkan sumber air yang dapat diakses secara berkelanjutan.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan pentingnya infrastruktur air dalam menghadapi perubahan cuaca. Ketika hujan berkurang, kemampuan menyimpan, mengolah, dan mendistribusikan air menjadi semakin penting.

Kekeringan dan Karhutla Saling Berkaitan

Musim kering juga meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Kondisi lahan yang lebih kering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar.

Karena itu, Kementerian PU tidak hanya menangani kebutuhan air warga di Kubu Raya, tetapi juga mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan lainnya.

Di Kalimantan Selatan, misalnya, BWS Kalimantan III Banjarmasin menangani kebakaran di Jalan Pemajatan, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, dan Desa Trans Matang Hanau, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan.

Kebakaran di dua lokasi tersebut masing-masing berdampak sekitar 6 hektare dan 3 hektare lahan.

Infrastruktur Air Jadi Bagian dari Mitigasi

Dody mengatakan penguatan penanganan kekeringan dan karhutla dilakukan melalui koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur dan sumber daya pendukung.

“Ketahanan air tidak hanya menyangkut ketersediaan air, tetapi juga bagaimana air dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Bagi 230 warga Dusun Sidomulyo, bantuan 10.000 liter air menjadi penopang kebutuhan dasar di tengah sumber air yang menipis. Namun, ketika musim kering berlangsung lebih lama, kebutuhan mereka bukan hanya pasokan sesaat, melainkan kepastian bahwa air tetap tersedia setiap hari.

Krisis air di Dusun Sidomulyo menjadi pengingat bahwa menghadapi kemarau bukan hanya soal menunggu hujan turun. Ketersediaan sumber air dan infrastruktur pendukung menjadi bagian penting untuk menjaga warga tetap bertahan ketika musim kering datang.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
bantuan air bersih krisis air bersih Kubu Raya Dusun Sidomulyo kekeringan Kalimantan Barat Desa Limbung